Video Viral 49 Warga Tiongkok di Bandara Haluoleo ialah Pendatang Baru, Gunakan Visa Kunjungan

1267
 

Kendari, Inilahsultra.com – Video viral
kedatangan 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok di Bandara Haluoleo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu 15 Maret 2020 adalah pendatang baru di Bumi Anoa.

Selain sebagai pendatang baru, warga tirai bambu ini menggunakan visa kunjungan dan akan bekerja di perusahaan smelter di PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) yang terletak di Morosi, Kabupaten Konawe.

- Advertisement -

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sultra, Sopyan. Di hadapan awak media, ia menjelaskan, warga Tiongkok ini baru datang dari China dan belum pernah berada di Sultra.

“Soal karantina di Indonesia itu bukan rananya Kemenkum HAM, yang berhak itu KKP. Mereka ini hanya mendapatkan rekomendasi dari KKP,” terang Sopyan, 16 Maret 2020 di Rujab Gubernur Sultra.

Sopyan menjelaskan, berdasarkan cap
tanda masuk Surat Imigrasi Thailand yang tertera pada paspor mereka bahwa mereka tiba di Thailand 29 Februari 2020.

Berdasarkan medikal sertifikat atau surat sehat pemerintah Thailand bahwa sejak tanggal 29 Februari-15 Maret 2020 mereka dikaratina di Thailand.

“Surat tersebut sudah diverifikasi oleh perwakilan pemerintah RI di Bangkok.
Berdasarkan surat kementerian hukum dan HAM nomor 7 tahun 2020 pasal 3 ayat 2 mewajibkan,” katanya.

Warga Tiongkok tersebut keluar dari Thailand pada tanggal 15 Maret 2020. dengan cap tanda keluar imigrasi Thailand yang tertera pada pasport. Warga Tiongkok tanggal 15 Maret 2020 mereka mendarat di Bandara Sukarno Hatta dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh kantor kesehatan pelabuhan (KKP) Sukarno Hatta dan menerbitkan surat rekomendasi kartu kewaspadaan pada setiap orang.

“Petugas Imigrasi Sukarno Hatta telah memberi ijin masuk pada tanggal 15 Maret 2020 sesuai tertera pada pasport mereka.
Setelah warga Tiongkok memperlihatkan surat rekomendasi dari KKP diperbolehkan masuk. Jadi kalau tidak ada surat rekomendasi tidak dijinkan masuk,” sambungnya.

Kedatangan mereka di Kendari memang benar, rombongan warga Tiongkok tiba di Badara Halu Oleo Kendari tanggal 15 Maret 2020 sekira pukul 20.00 WITa. Dari Jakarta menuju Kendari dengan menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

“49 warga Tiongkok memiliki dokumen pegangan yang sah dan masih berlaku. Perlu diketahui bagi warga negara asing yang datang wajib menjalani pemeriksaan, melakui karantina imigrasi dan bea cukai. Jika mereka dinyatakan layak, baru diperbolehkan masuk di Indonesia,” bebernya.

Sopyan menambahkan, kantor Imigrasi akan bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi sesuai undang-undang.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...