Dampak Corona, Saatnya Kembangkan Pangan Lokal

516
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHO, alumni S3 Universitas Brawijaya, menilai dampak langsung dari Corona Virus Desease (Covid-19) adalah kontraksi ekonomi, dan berdampak kepada masyarakat berpendapatan rendah.

Sebetulnya, menurut dia, dengan adanya corona ini, pemerintah punya peluang untuk mengembangkan potensi sumber daya lokal yang selama ini diimpor (subtitusi impor).

- Advertisement -

“Dan tentu sumber daya itu ada di daerah-daerah,” jelasnya, Rabu 18 Maret 2020.

Menurut dia, penyebaran virus Covid-19 memicu adanya permintaan barang kebutuhan pokok yang berlebih (excess demand) sehingga memicu terjadinya kelangkaan.

Mitigasi pemerintah daerah tidak hanya pada aspek meminimalisir penyebaran virus, tetapi memastikan supply kebutuhan pokok terjamin sekaligus perlunya insentif ekonomi bagi masyarakat yang berdampak langsung.

Ia melanjutkan, antivirus corona yaitu pengembangan komoditas berbasis sumber daya lokal terutama di sektor bahan makanan dan manufaktur.

“Pemda dapat melakukan pembebasan pajak dan retribusi daerah pada pelaku UMKM. Karena salah satu pelaku ekonomi yang mengalami penurunan pendapatan adalah mereka,” tuturnya.

Karena, lanjut dia, UMKM merupakan front line yg menentukan denyut nadi ekonomi khususnya wilayah perkotaan di Sultra.

“Kan beberapa insentif di sektor moneter sudah dilakukan oleh pempus, misalnya penurunan suku bunga, demikian pula di daerah juga perlu dilakukan penundaan pembayaran utang/kredit bagi UMKM,” paparnya.

Ia menjelaskan, sektor konsumsi diharapkan bisa kembali bergairah, di sektor ril, pemerintah juga perlu melakukan penyesuaian melalui kebijakan di atas.

“Jangan lupa, disisi permintaan, sektor konsumsi adalah sektor penyumbang terbesar dalam perekonomian kita di Sultra Tambahan, sektor UMKM itu sangat tergantung dari pendapatan harian. Karenanya kelesuan konsumsi akibat kekhawatiran masyarakat sangat berdampak bagi pelaku sektor ini,” pungkasnya.

Penulis : Jusbar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...