Demo Soal 49 WNA, Warga Minta Kepala Imigrasi Dicopot

1601
 

Kendari, Inilahsultra.com – Forum Komunikasi Pembela Demokrasi (FKPD) demontrasi di kantor Imigrasi Klas 1A Kendari. Puluhan massa aksi meminta pihak imigrasi dan Depnaker terbuka soal datangnya 49 warga negara asing (WNA) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) beberapa hari lalu.

Di kantor Imigrasi, Jumat 20 Maret 2020 siang tadi, puluhan massa aksi memaksa masuk di halaman kantor imigrasi. Mereka ingin memperjelas status 49 WNA yang sempat Viral di Media Sosial. Saat aksi, massa aksi terlibat saling dorong dengan petugas.

- Advertisement -

Namun, aksi saling dorong terhenti karena aparat kepolisian mencoba menenangkan massa aksi.

Kepada Inilahsultra.com, Ketua Forum Komunikasi Pembela Demokrasi, La Saharudin mengatakan, mewabahnya virus corona di Indonesia, harusnya pemerintah menghentikan pengiriman warga negara asing.

“Jangan gunakan kesempatan lock down untuk memasukan TKA ilegal di Sultra. Kami minta agar kepolisian, Depnaker dan Kemenkumham bersama-sama mengecek dilapangkan soal visa yang digunakan. Seperti bisa kerja,” tegas La Saharudin.

Selain itu, untuk paspor digunakan 49 WNA apakah sudah sesuai dengan data paspor mereka. Jika 49 WNA terbukti ilegal maka kepala Imigrasi harus siap mundur dari jabatannya.

“Jika WNA itu ilegal, kami mendesak Kapolda Sultra untuk memeriksa, menangkap dan memenjarakan kepala Imigarsi dan Depnaker,” sambungnya.

Aksi tersebut berakhir dengan terbitnya surat pernyataan yang disepakati antara dua belah pihak. Antara Ketua Forum Komunikasi Pembela Demokrasi, La Saharudin dengan kepala Kantor Kemenkumham Sultra, Sofyan.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...