Diduga Utang Piutang Pilkada Konsel 2015, Surunuddin Disomasi Rp 1,8 Miliar

326
 

Kendari, Inilahsultra.com – Yusuf Contessa, melalui kuasa hukumnya Ali Rajab B, SH dan Djoko Susilo, SH melayangkan somasi kepada Bupati Konawe Selatan (Konsel) Surunuddin Dangga.

Dalam surat somasi tersebut, menyebutkan orang nomor satu di Konsel tersebut terlilit utang sebanyak jumlah Rp 1,8 miliar dengan sistem beratahap dan bervariasi sejak tahun 2015 lalu.

- Advertisement -

Dalam surat somasi tersebut menjelaskan kronologis Surunuddin Dangga saat meminjam uang pada 7 Desember 2015 meminjam uang sebesar Rp 1 miliar, yang mana dana tersebut dititipkan melalui Fatmawati Faqih.

Kemudian, pada 18 Juli 2016, kembali meminjam uang sebesar Rp 500 juta, yang mana dana tersebut dititipkan melalui Rian (Sepri Surunuddin) di Bank Panin KCU Kendari.

Selanjutnya, pada 15 November 2016 meminta agar anaknya Aksan Jaya Putra untuk kembali meminjam uang sebesar Rp 100 juta, dana tersebut dititipkan kepada Rian (Sepri) buat biaya berobat ke Singapura.

Terakhir, pada 13 Desember 2016, anak Surunuddin Aksan Jaya Putra kembali meminta uang sebesar Rp 200 juta, dana tersebut dititipkan kepada Rian (Sepri) buat biaya berobat ke Singapura.

Terkait somasi tersebut, Surunuddin Dangga tidak mengenal yang namanya Yusuf Contessa itu, apalagi meminjam uang yang disampaikan dalam surat somasi.

“Sebelumnya saya tidak kenal itu orang. Nanti setelah pilkada baru saya kenal dia, itu pun datang di rumah bersama ibunya,” ujar Surunuddin Dangga saat ditemui di Kediamannya di Kendari, Rabu 18 Maret 2020.

Pada saat itu Yusuf datang di rumahnya setelah orang nomor satu di Konsel terpilih menjadi bupati dan kedatangannya untuk menyogok dan meminta sejumlah proyek.

“Dia mau menyogok saya untuk meminta proyek. Tapi saat itu saya tolak, karena saya bukan begitu orangnya,” ungkapnya.

Terkait utang, Surunuddin membantah, karena dirinya tidak pernah meminta uang kepada Yusuf. Tapi kalau Aksan Jaya Putra dan Adi Jaya Putra yang mengutang, maka kedua putranya yang harus membayar.

“Aksan dan Adi yang berutang, maka minta sama mereka. Jangan bawa-bawa nama saya, karena tidak ada hubungannya dengan saya. Dan Saya ingatkan sama dia kalau masih mau tinggal di Kendari jangan korek korek dengan hal-hal tersebut,” tegasnya.

“Saya sudah suruh Aksan dan Adi kalau ada utangnya sama Yusuf untuk segera dilunasi, karena ini orang tidak baik dari pertama saya lihat,” tambahnya.

Lanjut Surunuddin, memang dirinya pernah pada waktu Pilkada meminjam uang kepada mantan Wali Kota Kendari, Asrun, bukan kepada Yusuf.

“Saya pinjam uang sama Asrun bukan sama dia dan pinjaman itu sudah saya kembalikan pada saat pilgub kemarin, bahkan ada lebihnya saya kembalikan,” ujarnya.

Ditanya terkait Rian selaku Sespri yang disebut menerima uang pinjaman beberapa kali kepada Yusuf atas namanya, Surunuddin hanya menjawab Rian itu bukan Sespri melainkan sopirnya.

Kemudian, uang pinjaman yang dititipkan kepada Fatmawati Faqih yang disebut dalam surat somasi, Surunuddin tidak pernah menyuruh mantan Kepala BPKAD Kota Kendari itu, untuk mengambil uang senilai Rp 1 miliar kepada Yusuf Contesa.

“Apa kapasitas saya menyuruh Fatmawati Faqih meminjam uang, sementara kalau tidak salah pada waktu itu kepala BPKAD Kota Kendari. Jadi apa hubungan dengan saya,” katanya.

langkah Yusuf mensomasi dirinya, kata Surunuddin, karena ada tendensi politik yang akan menjatuhkan nama baiknya.

“Dia ini mau merusak nama baik saya, karena ini momen politik dan sebentar lagi Pilkada,” ujarnya.

Politikus Golkar ini mengingatkan kepada Yusuf apabila hal terus dipersoalkan dan diumumkan di publik maka ini sudah jelas pencemaran nama baik.

“Jika sudah ramai di publik dan nama baik saya telah dicemarkan, maka saya akan laporlan dia. Kasi tahu saja Yusuf jangan main-main dengan saya, kalau mau masih tinggal di Kendari. Karena
tuduhan utang ini yang tidak benar,” tutupnya.

Dikonfirmasi kepada Kuasa hukum Yusuf Contesa, Ali Rajab B, SH melalui telpon selulernya, membenarkan somasi itu dilayangkan kepada Surunuddin, tapi terkait tindak lanjutnya belum bisa memberikan komentar lebih banyak.

“Memang benar itu surat somasi dilayangkan kepada Surunuddin. Saat ini saya belum bisa komentar banyak,
karena klien saya sedang berkomunikasi dengan Surunuddin Dangga,” ujarnya, Jumat 20 Maret 2020.

Terkait Bupati Konsel membantah memiliki utang kepada Yusuf, kata Rajab, itu merupakan hak pribadinya untuk menyampaikan ke publik.

“Itu haknya untuk membantah semua yang ada dalam surat somasi, dan saya hanya menyampaikan apa yang diintruksikan klien saya (Yusuf),” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...