Efek Corona, Harga Sembako di Mubar Melonjak, Stok Bawang Putih Habis

240
 

Laworo, Inilahsultra.com- Beberapa harga sembilan bahan pokok (sembako) di sejumlah pasar di Kabupaten Muna Barat (Mubar) tetiba naik drastis kalau dibanding dengan harga normal sebelumnya.

Berdasarkan penelusuran jurnalis Inilahsultra.com saat memantau beberapa pedagang sembako di pasar Lasosodo Kecamatan Wadaga, naiknya beberapa sembako itu salah satunya diakibatkan adanya wabah virus Corona (Covid- 19).

- Advertisement -

Sejumlah harga sembako itu seperti beras 1 karung seharga Rp 406 ribu, sekarang melonjak naik menjadi Rp 520 ribu. Gula Pasir, harga sebelumnya per karung 50 kg Rp 600 ribu menjadi Rp 850 ribu.

Bawang merah, dari harga Rp 16 ribu perkilo menjadi Rp 35 ribu. Untuk Bawang putih, pasokan harga sebelumnya per karung 50 kg Rp 320 ribu naik drastis menjadi Rp 950 ribu. Namun untuk bawang putih ini sekarang tidak lagi masuk di Mubar dan stoknya sementara terbatas.

Pedagang sembako, Siti Erna, saat ditemui di Pasar Lasosodo mengatakan, naiknya harga beberapa sembako itu dikarenakan wabah virus corona yang beredar sekarang.

Selain itu juga, keterbatasan stok yang menyebabkan beberapa naiknya harga itu dikarenakan kurangnya pengiriman dari luar daerah seperti di Sulawesi Selatan. Selain dampak dari Covid- 19 itu, pihaknya juga menyebut karena gagal panen.

“Kalau minyak goreng dan telur naik sedikit. Kurang stok yang masuk. Kalau bawang putih kosong. tidak ada lagi yang masuk karena virus,” kata Erna kepada jurnalis Inilahsultra.com, Jumat, 19 Maret 2020.

Sementara, pedagang eceran lainnya, Eti juga membenarkan terkait dengan naiknya beberapa harga sembako tersebut. Namun, untuk sementara, dia membatasi dagangannya karena harga yang diambil jauh sangat berbeda dengan harga sebelumnya. Seperti bawang putih, bawang merah, beras dan gula pasir.

“Iya benar. Harga normalnya gula itu terakhir saya mengambil gula satu karung seharga Rp 630 ribu. Sekarang dia naik lagi menjadi 950 ribu. Jadi kita tidak ambil mi. Kadang pembeli juga ragu dengan harga yang naik sekarang,” ungkapnya.

Untuk bawang merah, kata Eti, biasanya dijualkan perkilonya Rp 16 ribu, sekarang dijual eceran dengan harga 30 ribu perkilo. Kadang juga ia jual Rp 28 ribu.

“Kalau bawang putih habis mi stoknya.Katanya (informasi yang didengar Eti) dilarang pemerintah impor bawang putih. Karena barangnya dari Cina,” jelasnya.

Kedua pedagang ini mengaku, melonjaknya harga bahan pokok ini bel ada perhatian dari pemerintah hingga saat ini.

“Dari pemerintah setempat belum ada yang pantau terkait naiknya harga sembako ini. Kadang juga kita bingung. Penghasilan kita pun menurun dibanding dengan sebelumnya,” pungkasnya.

Penulis : Muh Nur Alim

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...