Datang Pasien Demam Baru Pulang Malaysia, Petugas Puskesmas Lawa Berhamburan

14597
 

Laworo, Inilahsultra.com – Seorang Warga Desa Katobu, Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat (Mubar), LP (45) yang baru pulang dari Malaysia datang berobat ke Puskesmaas Lawa, Sabtu 21 Maret 2020 sekira pukul 17.00 WITa.

Ia datang ke puskesmas didampingi istrinya untuk memeriksa kesehatannya yang sementara demam.

- Advertisement -

Kepala Puskesmas Lawa, Dahlia, menjelaskan, pasien tersebut baru pulang dari Malaysia.

Di negeri jiran hanya empat hari dengan alasan menjenguk keluarga. Ia kemudian pulang ke tanah air lewat dari Malysia menggunakan pesawat mendarat di Pontianak kemudian ke Jakarta dan dari Jakarta ke Kendari.

“Tadi pagi dia tiba dari Kendari lewat kapal malam,” Kata Dahlia Saat ditemui di Puskesmas Lawa, Sabtu, 21 Maret 2020.

Sebelum ke Puskesmas Lawa, pasien tersebut sempat ke Puskesmas Lailangga, Kecamatan Wadaga namun di sana tak ada petugasnya.

Di Puskesmas Lawa, ia diterima oleh petugas piket. Setelah pasien menceritakan gejala yang dirasakan dan mengaku dari negeri seberang, petugas piket langsung lari berhamburan kerena panik.

Menurut Dahlia, ketakutan para petugas medis cukup berdasar setelah mengetahui kondisi pasien hingga riwayat perjalanan dari negara yang pernah terpapar virus  corona.

Dahlia melanjutkan, ia sempat menghubungi RSUD Mubar terkait penangan pasien dengan riwayat perjalan luar negeri.

“Karena di puskesmas ini untuk menangani itu penuh dengan keraguan karena belum memiliki alat pelindung diri (APD),” katanya.

Namun, kata dia, pihak RSUD Mubar tak bisa menangani karena tak memiliki APD.

“Petugas di sini tidak berani. Kita telepon dari pihak  rumah sakit  tapi mereka tidak berani juga karena tidak memiliki APD,” katanya

Sebagai bentuk penanganan sementara, pasien tersebut dikembalikan di rumahnya dan diminta isolasi diri selama 14 hari dengan tidak keluar rumah.

Selain itu, pihak Puskesmas turut memberikan obat penurun panas, parastamol, vitamin, dan sarung tangan.

“Itu kita kasikan supaya dia tidak kontak dengan keluarga karena berdasarkan pengakuannya (pasien) sudah mulai flu dan badannya sudah panas,” kata Dahlia.

Sikap ini, kata Dahlia, demi menjaga petugas medis agar tidak tertular. Sebab, pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

Terlebih, saat ke rumah sakit, pasien tersebut memegang kartu kuning dari kementrian yang bisa dikategorikan orang dalam pemantauan (ODP).

“Makanya kita juga ragu. selain belum ada APD, kita juga belum ada pengukur suhu badan. Kita juga di sini serba hati-hati menangani pasien karena tidak tahu apakah yang datang periksa ini sudah terinfeksi virus atau belum,” tuturnya.

Ia berharap, pemerintah setempat untuk segera melengkapi alat pelindung diri (APD) itu untuk ditempatkan di tiap puskesmas.

Penulis : Muh Nur Alim

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Komentar
loading...