Berbagai Upaya Pemkot Kendari Memutus Rantai Virus Corona

1998
 

Kendari, Inilahsultra.com – Sejak diumumkan Indonesia menjadi negara darurat Covid-19 pada Sabtu 14 Maret 2020 lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi dan mencegah wabah virus corona di kota lulo.

Pada 15 Maret 2020, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir langsung melakukan rapat koordinasi bersama legislatif, forkopimda dan organisas perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkot Kendari mencari solusi untuk memutus rantai virus corona.

- Advertisement -

Dalam rapat tersebut ada beberapa poin yang disepakati bersama yakni, Pemkot Kendari langsung membentuk tim satgas tingkat Kota Kendari yang dipimpin langsung wali kota.

Pemkot Kendari menyiapkan dana tanggap bencana melalui dana cadangan BPBD Kota Kendari dan menggelar operasi pasar untuk pembagian masker gratis kepada mereka yang membutuhkan.

Kemudian, mengalihkan proses belajar dari tatap muka di kelas mulai dari SD sampai SMP menjadi jarak jauh (rumah) selama 2 minggu mulai, Senin 16 Maret 2020.

Menghentikan aktivitas di ruang publik sepert, CFD, taman kota selama 1 bulan, dan menyiapkan RSUD Kota Kendari sebagai rumah sakit alternatif bagi terjadi hal-hal tidak diinginkan berkaitan dengan Covid-19 di Kendari.

Pembagian Masker

Berselang satu hari usai melakukan rapat koordinasi, pada 17 Maret 2020, Pemkot Kendari langsung membagikan masker sebanyak 500 pieces (Pcs) dengan jumlah 500 ribu masker kepada masyarakat.

“Persiapan 11 ribu masker, tapi saat stok yang tersedia sementara 5000 ribu masker kita bagikan kepada masyarakat. Sisa 6000 ribu masker belum tersalurkan, dalam waktu dekat ini akan dibagikan kepada masyarakat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Rahminingrum.

Tempat Hiburan Ditutup

Tak sampai di situ saja, sebagai pengambil keputusan tertinggi di Kota Kendari, Wali Kota langsung mengeluarkan sura edaran nomor : 443-1/867/2020 perihal penutupan sementara tempat hiburan di Kota Kendari.

Sebagai upaya dalam menjaga dan melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19, maka tempat hiburan ditutup sementara selama 14 hari terhitung mulai 18 sampai 31 Maret 2020.

Imbauan kepada masyarakat

Kemudian, pada 19 Maret 2020 berdasarkan data nasional 3 orang Sulawesi Tenggara (Sultra) positif terpapar virus corona.

Usai dinyatakan 3 orang di Bumi Anoa positif virus corona. Wali Kota Kendari langsung berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh-tokoh agama di Kota Kendari.

Usai berkoordinasi dari berbagai pihak, pemkot mengimbau ruma-rumah ibadah se Kota Kendari untuk mempertimbangkan melaksanakan salat berjamaah.

“Kita imbau mulai besok, kita tidak dulu melaksanakan ibadah berjamaah di masjid dan tempat ibadah lainnya selama dua minggu ke depan, karena kita tidak berharap penyebaran virus semakin melebar,” imbau Sulkarnain.

Selain rumah ibadah, Sulkarnain mengimbau seluruh stakeholder dalam hal ini perusahaan-perusahaan swasta, BUMN, memperimbangkan dulu dalam melakukan aktivitas-aktivitas yang rentan dengan Covid-19. Kemudian untuk nonpelayanan pemerintahan menyesuaikan sebisa mungkin melaksanakan kegiatan di rumah masing-masing.

“Supaya kita terhindar dari wabah virus corona. Kita berharap cukup tiga orang ini yang terpapar, jangan lagi ada tambahan,” ucpanya.

Alat Pelindung Diri (APD) RSUD Kota Kendari.

Pemkot Kendari telah menyediakan 140 alat pelindung diri (APD) bagi petugas atau perawat pasien yang terpapar virus corona di RSUD Kota Kendari.

“APD ini hanya satu kali pemakaian, karena setiap bersentuhan dengan pasien terinfeksi corona tidak bisa lagi digunakan dan harus diganti,” kata Kepala RSUD Kota Kendari, dr Sukirman, Jumat 20 Maret 2020.

Untuk tambahan, kata Sukirman, Wali Kota Kendari telah mengirim surat ke Menteri Kesehatan meminta bantuan APD sebanyak 2.000 pasang.

“Mudah-mudahan Menkes menyetujui suplay APD setiap rumah sakit yang menjadi rujukan, termaksud di Kota Kendari,” ujarnya.

Penyemprotan cairan disinfektan

Pemkot Kendari telah menyiapkan 35 tangki semprot disinfektan, disipakan untuk melakukan penyemprotan
di terminal, mal-mal, pasar-pasar, hotel-hotel, titik kosentrasi masyarakat, sekolah dan perkantoran.

Penyemprotan akan terus dilakukan setiap hari hingga 14 hari ke depan. Apabila ada masyarakat ingin lokasinya disterilkan dengan dilakukan penyemprotan, silakan berkoordinasi melalui Dinas Kesehatan Kota Kendari

Bahkan penyemprotan ciaran disinfektan sudah mulai di Pelabuhan Nusantara dan di Kantor Dinas Perizinan Kota Kendari, pada Sabtu 21 Maret 2020.

Untuk Penyemprotan di pelabuhan nusantar mulai dari area parkir, pintu masuk, ruang tunggu, kapal cepat, kursi-kursi penumpang, tangga, pintu kapal dan pelabuhan terminal pangkalan perahu Kota Kendari.

“Kita akan lakukan setiap hari dan
Saya telah menginstruksikan kepada seluruh petugas BPBD dan Satpol PP untuk turun membantu penyemprotan, karena ini tidak bisa dikerjakan satu orang yang. Kita harus bersama-sama memutus mata rantai Covid-19 ini,” kata Sulkarnain.

Pemberian Asuransi dan isentif

Sebagai pengambil keputusan tertinggi di Kota Kendari, Sulkarnain memberikan asuransi dan isenfit petugas penanganan virus corona di RSUD Kota Kenari

“Pemkot Kendari mengasuransikan tenaga medis yang bertugas menangani langsung pasien terpapar Covid-19 dan tambahan isentif Rp 200 ribu per orang dalam satu hari,” ujar Sulkarnain.

Langkah ini, kata Sulkarnain, setidaknya dapat menunjukan komitmen dan kesunguhan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Sebagai informasi ini sedikit memberikan ketenangan kepada masyarakat, dan juga memberi suntikan motivasi bagi seluruh aparat yang bertugas dengan dedikasi,” ucpanya.

Langkah Pemkot Kendari ini diapresiasi oleh DPRD Kota Kendari dalam melakukan pencegahan Covid-19

“Kami DPRD mensuport langkah Pemkot Kendari terus berusaha melakukan pencegahan di lapangan dan berbagai imbauan-imbauan yang disamapikan kepada masyarakat, untuk memutus mata rantai virus corona,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...