Forum Jurnalis Desak Pemprov Sultra Terbuka dalam Penanganan Virus Corona

Ilustrasi Virus Corona. (Shutterstock/bar)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Forum Jurnalis Sulawesi Tenggara mendesak agar Pemprov Sultra terbuka terhadap informasi penanganan virus corona.

-Advertisements-

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari Zainal A Ishaq menyatakan, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi salah satu daerah terdampak wabah Covid-19. Wabah yang disebabkan SARS CoV-2 ini, telah menginfeksi sedikitnya 3 warga di Bumi Anoa.

Saat ini mereka tengah dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum (RSU) Bahteramas.

Tiga pasien Covid-19 di Sultra, diumumkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Pusat pada 19 Maret 2020, dan dikonfirmasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sultra, beberapa jam kemudian.

Sejak data ini diumumkan, informasi di masyarakat menjadi liar, banyak informasi beredar yang tidak terkonfirmasi kebenarannya membuat publik panik.

Situasi ini, dinilai akibat Pemprov Sultra dan Gugus Tugas tidak terbuka memberikan informasi penanganan Covid-19.

Gugus Tugas Covid-19 yang dibentuk Pemprov Sultra, juga tidak jelas kewenangannya. Ini terlihat saat Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sultra, mengkonfirmasi tiga pasien Covid-19, tidak bisa menjelaskan riwayat perjalanan 3 pasien Covid-19 di ruang isolasi RSU Bahteramas.

Padahal, informasi ini penting diketahui publik, untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

“Gugus Tugas tidak berdaya, seperti di “lockdown”. Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sultra, dr. Laode Rabiul Awal, saat itu hanya menyampaikan permintaan maaf, sebab penjelasan lengkapnya akan disampaikan Gubernur Sultra, Ali Mazi,” kata Zainal A Ishaq dalam keterangan tertulisnya, Senin 23 Maret 2020.

Atas kondisi ini, kata Zainal Ishaq, Pemprov Sultra dan gugus tugas untuk menyampaikan informasi perkembangan penanganan Covid-19 di Sultra, setiap hari.

“Mendesak Pemprov Sultra harus lebih transparan menyampaikan informasi Covid-19. Sikap transparan itu bisa ditunjukkan dengan memberikan data tebaru penanganan Covid-19, mulai data Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), membuka riwayat perjalanan pasien positif Covid-19, dan menyediakan peta sebaran ODP, PDP dan Postif Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Sultra Asdar Zuula menyebut, untuk menghindari kesimpangsiuran data, Pemprov Sultra harus menyamakan data dengan pemerintah pusat secara terus menerus.

Transparansi ini penting untuk diketahui publik agar memahami bahaya virus ini sehingga bisa berhati-hati dan berusaha tidak menjadi korban berikutnya.

Menurut dia, semua informasi tersebut hendaknya disediakan dan didistribusikan secara meluas, serta mudah diakses oleh publik, termasuk oleh kelompok difabel dan pendamping mereka.

“Pemerintah Sultra harus bersikap terbuka dalam menangani wabah Covid-19, menyampaikan kondisi sebenarnya tentang kesiapsiagaan dengan kebijakan yang dibuat, dan kendala yang dihadapi. Termasuk juga kesediaan untuk mendengarkan masukan publik dan ahli kesehatan,” jelasnya.

Ia juga meminta agar Pemprov Sultra harus segera menyampaikan informasi terbaru kepada publik, untuk mencegah informasi liar atau belum terkonfirmasi kebenarannya beredar luas di masyarakat.

Tak hanya itu, Pemprov Sultra harus memiliki prosedur jelas dan diumumkan kepada publik, tentang tata cara pemeriksaan Covid-19 bagi yang merasa memiliki gejala terinfeksi virus ini. Termasuk memastikan kesiapan dari fasilitas kesehatan yang menjadi rujukan untuk pemeriksaan.

“Pemerintah Pemprov Sultra
harus menjamin keselamatan para petugas medis, yang menjadi garda terdepan melawan wabah Covid-19, dengan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD).Terakhir kepada Jurnalis di Sultra agar mengikuti panduan peliputan Covid-19, dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...