Unsur Tidak Terpenuhi, Kasus Dugaan Ijazah Palsu Bupati Buteng Dihentikan

267
 

Labungkari, Inilahsultra.com – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya menghentikan penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu yang dituduhkan kepada Bupati Buton Tengah (Buteng) Samahuddin.

Polda menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan untuk dihentikan penyelidikannya (SP2HP.A2).

- Advertisement -

SP2HP.A2 ini diterbitkan setelah melalui proses gelar perkara yang merupakan Lidik mendalam dari Laporan Polisi Nomor : LPB/ 439/XI/2019/ SPKT, tanggal 30 November 2019 tentang tindak pidana pemalsuan surat dan/atau menggunakan surat palsu.

Dalam proses ini, penyidik melakukan perkaitan antara keterangan saksi-saksi, keterangan terlapor, dengan barang bukti surat dan untuk mengetahui kebenaran mahasiswa Samahuddin adalah mahasiswa STIM LPI Makassar.

Penyidik juga telah memeriksa berbagai pihak, dengan melihat data, berkas administrasi dan keterangan-keterangan dari pihak-pihak yang kompeten dan instansi yg berwenang dengan kaitan aktifitas kemahasiswaan.

“Sangat relevan, dengan bukti-bukti administrasi di dukung saksi-saksi bahwa yang bersangkutan melaksanakan kuliah sejak tahun 2003/2004, dan lulus hingga tahun 2011,” tutur Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo kepada wartawan, Senin 23 Maret 2020.

Kata dia, ijazah juga di keluarkan oleh lembaga kompeten serta registrasi administrasi oleh pejabat berwenang dan sah.

“Dengan demikian penyidik berkesimpulan bahwa terhadap Laporan Polisi Nomor. : LPB/ 439/XI/2019/ SPKT, tanggal 30 November 2019 tentang tindak pidana pemalsuan surat dan/atau menggunakan surat palsu sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 KUHPidana tidak terpenuhi unsur Pasal 263 KUHP Sehingga proses tersebut Untuk dihentikan penyelidikannya (SP2HP.A.2),” ujarnya.

Berikut fakta-fakta yang terungkap dalam gelar perkara

– Unsur pasal 263 KUHP tidak terpenuhi.
– Hasil gelar perkara eksternal sependapat untuk menghentikan proses penyelidikannya dengan alasan hukum tidak terpenuhi unsur pasal yang disangkakan kepada terlapor.

Reporter: LM Arianto

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...