Dilema Pemerintah dalam Penanganan Kasus COVID-19

653
 

Virus Corona atau yang dikenal dengan istilah Covid 19, merupakan isu yang menjadi perbincangan Dunia Internasional. Bagaimana tidak Virus tersebut bermula dari Negara Tiongkok tepatnya di Provinsi WUHAN Tiongkok, telah menyebabkan banyaknya nyawa yang harus menjadi korban.

Dan virus tersebut bukan saja terjadi secara epidemi atau penyebaran penyakit secara cepat di suatu Wilayah tetapi penyebaran Virus Covid 19 sudah terjadi secara pandemi atau penyebaran virus secara global artinya hampir seluruh negara di dunia ini telah terjangkit Virus Covid 19.

- Advertisement -

Di Indonesia khususnya tidak lepas dari Virus Covid 19, sebagaimana kita ketahui saat Tiongkok terjangkit Covid 19, Pemerintah segera mengambil langkah cepat dan tepat dengan memulangkan Warga Negara Indonesia dan mahasiswa yang ada di Tiongkok, dengan mengkarantina Mahasiswa dan WNI di Natuna selama 14 hari, dan alhamdulilah tindakan cepat ini berhasil seakan-akan Indonesia akan bebas dari ancaman dari Virus Covid 19.

Tetapi apa yang terjadi tiga minggu terakhir Indonesia dikagetkan dan dipusingkan dengan adanya warga dalam negeri positif terjangkit Covid 19, yang terjadi di pulau Jawa dan sekitanya dan parahnya terjadi di beberapa Provinsi di Indonesia, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan beberapa Provinsi yang ada di Pulau Sumatera dan Kalimantan dengan data per 23 Maret 2020 khusus  Indonesia jumlah positif 579 orang, sembuh 30 Orang, dan meninggal 49 orang.

Yang artinya ada penanganan yang terlambat dibuktikan data persentase penularan Covid 19 ini semakin hari semakin meningkat masyarakat dibuat takut dengan virus tersebut bahkan presiden dan lembaga–lembaga terkait mengambil tindakan tegas dengan mengambil kebijakan sekolah-sekolah diliburkan selama 14 hari.

Kebijakan ini pula belum menjadi jitu untuk memutus penyebaran Covid 19, bahkan negara pula lengah terhadap TKA asing dan para turis-turis dengan mulusnya mereka masuk di Indonesia dengan beredarnya video di Bandara Haluoleo Kendari. Yang artinya bagi penulis mengangap pemerintah kurang tegas dan cepat dalam penanganan dan penyebaran Covid 19, belum lagi masalah alat kesehatan, ketersediaan masker, obat-obatan dan ketersediaan jumlah personel dokter, perawat yang kurang, dan bahkan dokter tersebut dan perawat ikut menjadi korban Covid 19.

Dan akhirnya pemerintah mengambil langkah dengan kebijakan Social Distancing atau menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak antarmanusia, menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang. Bahkan alat negara bertindak tegas dan membubarkan setiap perkumpulan orang, bagi penulis langkah ini saya sepakat dengan atas nama kemanusiaan, rakyat dan negara sebagai hukum tertinggi di Indonesia dengan tujuan menghentikan atau memutus mata rantai penyebaran Covid 19 agar korban jiwa tidak bertambah.

Tetapi apakah langkah ini cukup dalam penanganan virus covid 19 yang pandemi?

Bagi penulis harus ada tindakan yang lebih tegas dan cepat dengan memperhatikan kondisi dalam negeri Social Distancing tidak cukup dalam penagan Covid 19, dibuktikan perkembagan prenstase kasus di Indonesia bagaimana tidak, rakyat sudah untuk berdiam diri dalam rumah tetapi apakah negara memikirkan apa-apa yang masuk dalam negeri pemberlakukan Social Distance harus dibarengi dengan lockdown agar tindakan pemerintah berjalan efektif dengan ditutupnya teritorial wilayah sementara waktu mempermudah dan mempercepat dalam penanganan penyebaran Covid 19.

Karena bagi penulis kebijakan Social Distance yang di berlakukan dalam Negri tidak akan efektif kalau lockdown tidak diberlakukan pula.

Isu pemberlakukan lockdown mungkin bisa tepat dan efektif di sisi lain bagi penulis menganggap negara dalam posisi dilematis dalam pemberlakukan lockdown atau mengunci masuk dan keluar dari suatu daerah atau negara.

Mengapa dalam posisi dilema untuk negara? Negara masih berposisi memikirkan sisi ekonomi, financial, dan politik, seberapa besar dampak dari ketiga poin tersebut ketika di berlakukan lockdown.

Seberapa besar ekonomi akan lumpuh separunya, seberapa besar kekuatan financial negara dalam penanganan Virus Covid 19 dan seberapa besar politik negara akan terganggu.

Tetapi bagi penulis pemerintah seharusnya segera menghitung resiko apa yang akan ditanggung, tetapi rakyat sepakat bahwa keselamatan rakyat dan warga negara adalah kedaulatan rakyat yang tertinggi dan sisi lain kesehatan harus menjadi yang utama dari beberapa poin tersebut.

Apalah gunanya ekonomi, politik dan financial negara kalau warga negara harus mati dengan virus  Covid 19, dan masukan untuk pemerintah khususnya bagi presiden Republik Indonesia sebaiknya segera lakukan lockdown.

Bagi penulis yakin dan percaya Bangsa Indonesia bersama rakyatnya dengan semangat nasionalisme dan bela negara bisa keluar melawan persoalan virus covid 19. Aminn Wassalam.

Ilham Killing

Pemuda Sulawesi Tenggara

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...