Harga Beras Naik, Bupati Butur Ancam Sanksi Pedagang ‘Nakal’

681
 

Buranga, Inilahsultra.com – Sejak wabah virus Corona atau Covid-19, harga beras di Kabupaten Buton Utara (Butur) naik. Saat normal harga beras berkisar Rp 520 Ribu per-50 Kilogram, kini menjadi Rp 650 Ribu.

Atas kondisi itu, Bupati Butur Abu Hasan mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada para pedagang ‘nakal’. Salah satunya adalah pencabutan izin usaha.

- Advertisement -

“Pedagang yang berspekulasi dengan menaikkan harga kita akan berikan sanksi. Termasuk yang melakukan penimbunan,” kata Abu Hasan di Kantor Bupati Butur, Kamis 26 Maret 2020.

Selain sanksi pencabutan izin usaha, Abu Hasan menyatakan, akan berdiskusi dengan kepolisian dan instansi lain untuk memberikan sanksi yang lainnya.

“Kita tidak akan main-main. Karena ini menyangkut kepentingan orang banyak dan masyarakat secara umum,” tuturnya.

Menurut Abu Hasan, hal utama yang tidak boleh dikesampingkan dalam kondisi wabah Covid-19 atau Corona ini adalah mengamankan ketersediaan pangan. Stok harus bisa diprediksi tercukupi hingga beberapa bulan kedepan.

“Tadi saya sudah panggil Kepala Bulog untuk memastikan stok pangan kita. Aman sampai tiga bulan kedepan. Stok kita masih ada 100 ton,” ujarnya.

Namun, stok beras berbeda dengan stok gula dan terigu. Saat ini stoknya kurang. Kekurangan itu disebabkan kapal pengangkut dari Kendari menuju Buton Utara.

“Yang kurang gula dan terigu yang lagi dipesan di Kendari. Masalahnya hanya kapal yang dipakai untuk angkut,” terangnya.

“Kalau yang lain-lain, soal daging, ikan, saya kira aman,” tambahnya.

Menurut Abu Hasan, sudah memerintahkan Dinas Perdagangan untuk mengintervensi pasar sehingga para pedagang tidak berspekulasi menaikan harga. Disamping itu, untuk mencegah terjadinya penimbunan.

“Saya sudah perintahkan operasi pasar. Saya sudah perintahkan Dinas Perdagangan untuk turun. Saya juga akan turun. Operasi pasar kita lakukan supaya tidak ada penimbunan,” terangnya.

Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...