Warga Desa Banggina Protes karena Bumdes Macet

485
 

Konawe Utara,Inilahsultra.com- Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Desa Banggina Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara diduga macet.

Bantuan dalam bentuk pinjaman modal usaha berupa uang tunai ke warga ini kemudian dipertanyakan oleh beberapa masyarakat karena terlihat kurang berjalan baik seperti yang diharapkan.

- Advertisement -

Salah satu warga di desa tersebut Rahmatia K mengeluh karena tidak dapat melakukan pinjaman untuk dijadikan modal pengelolaan pertanian tambak melalui dana bumdes seperti sebelumnya.

“Sejak akhir  2018 hingga sekarang saya sering menghubungi bendahara bumdes Desa Banggina Sainuddin M mengenai dana bumdes namun saya belum dapat melakukan pinjaman modal  dengan alasan bahwa modal pokok dari bumdes yang berbentuk pinjaman uang kepada masyarakat belum dikembalikan oleh sebagian peminjam sebelumnya,” katanya, Kamis 26 Maret 2020.

Ia mengaku, sebelumnya pernah melakukan pinjaman uang tunai sebesar Rp 3 juta dan sudah dilunasi sesui presedur peminjaman Bumdes yang disepakati.

“Persyaratan peminjaman Bumdes pada setiap bulannya harus dibayar dengan persyaratan sertifikat tanah sebagai jaminan serta terdapat bunga setiap bulannya dan dapat melakukan peminjaman lagi apabila peminjaman sebelumnya telah dilunasi. Saya sudah mengikuti presedur itu namun satu tahun lebih berlalu saya belum dapat melakukan pinjaman modal usaha lagi padahal uang bumdes berjumlah Rp 100 juta lebih,” bebernya.

Kondisi ini juga dibenarkan Sahiruddin selaku Kepada Dusun satu di desa tersebut.

“Iya, Bumdes di Desa Banggina sudah lama tidak berjalan sesuai dengan harapan,saya juga pernah ingin meminjam modal melalui dana bumdes desa untuk membeli pupuk tetapi tidak bisa karena dana Bumdes hampir semuanya terpinjam oleh masyarakat di sini dan banyak yang belum mengembalikannya hingga bertahun-tahun,” ungkapnya.

Sementara Itu Sekretaris Bumdes Desa Banggina Sainuddin Hs membenarkan keluhan masyarakat tentang hal ini.

“Memang masih banyak  masyarakat yang  melakukan peminjaman dana bumdes dan belum melakukan pelunasan pinjaman hingga sekarang, bahkan ada yang belum melunasi pinjaman dari tahap  pertama peminjaman pada tahun 2016 hingga sekarang sudah masuk tahap ke lima 2020,” ungkapnya.

Dengan memperlihatkan seluruh  data dana peminjaman bumdes, ia membeberkan kepada wartawan inilahsultra.com data masyarakat yang belum melunasi peminjamannya beserta sertifikat tanah dan BPKB Kendaraan yang menjadi jaminan.

“Semua data peminjaman bumdes tercatat dengan rapi di buku bumdes ini bahkan sertifikat  tanah dan BPKB Kendaraan yang menjadi persyaratan saya simpan dengan baik dan akan kembalikan kepada pemiliknya apabila telah melunasi pinjamannya dengan syarat harus membayar denda dan bunga sebesar  1,5 persen setiap bulannya sesuai yang telah disepakati bersama  tanpa terkecuali,” tegasnya.

Ia berharap agar masyarakat menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab agar segera melunasi pinjaman dana bumdes sesuai peraturan yang berlaku.

“Semoga masyarakat sadar bahwa dana bumdes ini milik pemerintah dan akan dikelola kembali demi kebaikan bersama agar berkembang sesuai yang diharapkan dan mereka segera mengembalikan pinjamannya agar bunga dan dendanya tidak bertambah banyak,” harapnya.

Ia mengaku, berinisiatif akan mengubah sistem bumdes yang berbentuk peminjaman uang apabila pinjaman sebelumnya telah dikembalikan oleh masyarakat.

“Setelah masyarakat mengembalikan pinjaman dana bumdes maka saya akan usahakan melakukan rapat dengan pemerintah setempat  untuk membahas dan melakukan perubahan sistem penggunaan dana  bumdes agar tidak terulang lagi seperti ini,” tutupnya.

Penulis : Nur Kasri

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...