Serahkan Bantuan APD RSUD Raha, Rusman Emba : Virus Corona Jangan Dikaitkan dengan Politik

1053
Bupati Muna LM Rusman Emba secara simbolis menyerahkan APD tenaga medis RSUD Raha, diterima langsung Direktur RSUD Raha, dr Marlin.

Raha, Inilahsultra.com-Bupati Muna, LM. Rusman Emba terus melakukan upaya dalam melakukan persiapan penanganan pasien Virus Corona atau Covid-19. Hal ini dapat dilihat dengan penyerahan 50 pasang baju astronot atau Alat Pelindung Diri (APD) ke pihak RSUD Raha.

Diketahui bantuan 50 Pasang APD barasal dari Kodam XIV/Hasanuddin, selain itu bentuk keseriusan Pemerintah Muna dalam penanganan mengantisipasi yang terpapar virus Corona melakukan pengadaan 10 pasang APD hingga menerima bantuan dari Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra).

- Advertisement -

Bupati Muna, LM Rusman Emba sesaat sebelum penyerahan APD di halaman RSUD Muna yang dihadiri seluruh OPD, Minggu, 29 Maret 2020 berharap kerja sama seluruh pihak dalam memberikan pencerahan pada masyarakat terkait virus corona

“Masalah virus Corona ini jangan dikaitkan dengan politik, APD sudah ada jangan besar-besarkan lagi, saling memberikan pencerahan sehingga tidak ada kegaduhan di tengah masyarakat,” pesannya.

Ia menambahkan bahwa Pemda Muna sangat serius dalam mencegah virus corona hal ini telah melakukan pembagian masker melakukan penyemprotan Disinfektan maupun pengadaan APD.

“Kami tegaskan Pemda Muna sangat serius dalam penanganan virus Corona, terbukti dari pembagian masker, penyemprotan disinfektan maupun pengadaan APD,” ucap Mantan Senator DPD RI.

Sekda Muna, Muh. Djudul mengatakan, bahwa sejak Gubernur Sultra, Ali Mazi menetapkan RSUD Muna salah satu rumah sakit rujukan pasien Corona yang melayani rujukan pasien dari Muna Barat (Mubar) dan Buteng Tengah (Buteng), maka Pemerintah Daerah Muna telah mempersiapkan diri hingga melakukan koordinasi dengan Pemda Mubar dan Buteng.

“Persiapan dalam menerima rujukan pasien yang terpapar virus Corona dari RS Mubar dan RS Buteng, bersama Kadis Kesehatan Muna, Dirut RSUD maupun IDI (Ikatan Doktor Indonesian) Kabupaten Muna telah mengambil langkah dalam penanganannya,” jelasnya.

Selain itu, kata Djudul bahwa pasien yang dirujuk harus berdasarkan SOP.

“Pasien yang dirujuk harus sesuai SOP, bukan hanya persoalan kedekatan langsung mendapat layanan. Adapun kalau ada pasien yang terindikasi agar melakukan koordinasi dengan dokter hingga melakukan perawatan secara mandiri di daerah masing-masing,” tegasnya.

Reporter : Iman Supa

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...