Pemkot Baubau Minta Penangguhan Penahanan Oknum Satpol PP yang Terjerat Hukum

1668
 

Baubau, Inilahsultra.com – Masih ingat dengan kericuhan yang terjadi pada kegiatan Gerak Jalan Indah (GJI) dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI di Kota Baubau, Kamis 15 Agustus 2019 silam?

Kericuhan tersebut terjadi antara Satpol PP Baubau dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan panggung penghormatan, yang berujung pada penganiayaan oleh salah seorang oknum anggota Satpol PP kepada salah seorang kader HMI.

- Advertisement -

Oknum anggota penegak Perda Kota Baubau ini langsung di polisikan.

Kini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau dan telah tahap II, Kamis 19 Maret 2020. Artinya, kini oknum anggota Satpol PP ini telah menjadi tahanan kejaksaan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau langsung menyurati Kejari Baubau untuk meminta penangguhan penahanan atau pengalihan status penahanan.

“Hari ini kita sudah bersurat ke kejaksaan terkait penangguhan penahanan atau pengalihan status penahanannya,” tutur Kabag Hukum Setda Baubau, Syafiuddin Kube di ruang kerjanya, Senin 30 Maret 2020.

Kata dia, langkah ini merupakan bentuk kepedulian pimpinan daerah dalam hal ini Wali Kota Baubau terhadap ASN yang terjerat hukum. Apalagi, kasus ini bermula saat tersangka sedang melaksanakan tugas negara.

“Jadi (penangguhan penahanan) ini adalah hak tersangka. Terlebih lagi, persoalan ini terkait dalam melaksanakan tugas negara,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana ini menambahkan, pemerintah akan melakukan langkah-langkah hukum terkait kasus yang menjerat ASN Kota Baubau itu sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Nantinya akan kita lihat sejauh mana persoalan ini kedepan. Yang terbaik, apakah kita dampingi dari bagian hukum atau menunjuk profesi (advokat), sehingga semuanya ini bisa memberikan suatu titik terang dari persoalan yang ada saat ini,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Yasir

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...