Endang : Warga Bisa Mati karena Corona dan Kelaparan

1060
 

Kendari, Inilahsultra.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra Muh Endang SA menyebut, masyarakat tidak hanya terancam mati karena corona namun lebih dari itu akan mati karena kelaparan.

Sebab, kata dia, jika keluar rumah warga dihantui dengan bahaya pandemi covid-19. Namun jika tetap menetap di dalam rumah, maka bisa mati kelaparan jika tidak ada bantuan dari pemerintah bagi warga yang tak bekerja.

- Advertisement -

“Jangan sampai masyarakat kita mati karena kelaparan jika hanya dalam rumah sementara pemerintah tidak melaksanakan tanggung jawabnya. Harusnya pemerintah menyiapkan anggaran untuk pengadaan bantuan sosial bagi warga yang memilih di rumah dan tak bekerja di luar,” kata Endang dalam rapat koordinasi di gedung DPRD Sultra, Rabu 1 April 2020.

Untuk itu, Endang meminta Gubernur H. Ali Mazi pimpin langsung Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 atau Virus Corona.

Berdasarkan aturan yang ada, yang memimpin tim koordinasi dan konsolidasi untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 adalah Gubernur bukan Sekretaris Daerah (Sekda).

“Gubernur Ali Mazi harusnya saat ini berani tampil paling depan untuk memutus rantai dan melewati masa kritis virus corona,” ujarnya.

Ketua Partai Demokrat Sultra menginginkan orang nomor satu di Sultra itu seperti Gubernur lain, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowi dan sebagainya menjadi garda terdepan untuk melewati wabah pandemi Corona.

“Gubernur Ali Mazi harus lebih aktif melakukan koordinasi dan konsolidasi kepada Bupati dan Wali Kota se Sultra dalam penanganan wabah yang mematikan ini. Bahkan harus bangun komunikasi dengan semua pihak agar kita bisa melewati masa kritis ini,” ujar Endang.

Politikus Demokrat itu memberikan contoh seperti negara Italia, merupakan negara paling tinggi pelayanan kesehatannya. Namun, begitu wabah virus corona menyerang. Negara tersebut kelingpungan. Apalagi, lanjut dia Sultra hanya menyediakan 36 kamar yang disiapkan Rumah Sakit Bahteramas untuk penanganan Corona.

“Bagaimana kalau tiba-tiba wabah pandemi ini tidak terkendali, apa kesiapannya Sultra,” tanya Endang.

Saat ini, kata Endang, koordinasi dengan gugus tugas penanganan corona tidak berjalan dengan baik. Faktanya, hasil swab pasien atau alhmarhum di Kabupaten Kolaka sampai saat ini belum ada.

“Orang-orang di Kolaka saat ini sangat was-was apa negatif atau positif hasilnya. Sebenarnya saya tahu kenapa terlambat, tapi tidak perlu saya buka di tempat rapat ini,” ujarnya.

Mantan Ketua KPU Konsel ini, Pemprov Sultra harus menyampaikan dana
insentif tenaga medis menjadi garda terdepan penanganan corona,
Bhabinkamtibmas, Babinsa yang setiap malam menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah,
jika tidak mempunyai kepentingan.

“Dana insentif ini harus dipikirkan oleh Pemprov. Coba itu Ali Mazi responsif dengan keadaan yang melanda Sultra hari ini,” katanya.

Penanganan wabah corona di Sultra ini, menurut Endang, Pemprov Sultra seperti memadamkan kebakaran, yang tidak memikirkan dampak implikasi dari Covid-19 kepada masyarakat.

“Harga sembako saat ini serba naik, bagaimana dengan keadaan masyarakat kita yang tidak mampu, di suruh tinggal di rumah. Tapi jangan sampai disuruh tetap di rumah mereka
mati karena tidak makan. Kita harus pikirkan bagaimana mengatasi hal ini,” tutup Endang.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...