Manajer Operasional Bantah 22 Alat Berat yang Disegel Polisi Milik PT NPM

743
 

Kendari, Inilahsultra.com – Manager Operasional PT Natural Persada Mandiri (NPM), Renaisance Pasali membantah kalau alat berat yang disegel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) adalah milik perusahaan PT NPM.

“PT NPM tidak pernah melakukan aktivitas pertambangan ataupun melakukan mobilisasi alat berat di lokasi PT Bumi Sentosa Jaya (BSJ),” terang Renaisance Pasali saat ditemui, Kamis 2 April 2020 sore.

- Advertisement -

Soal penyegelan alat berat yang dikabarkan milik PT NPM, secara tegas Renaisance mengatakan bahwa alat berat itu bukanlah milik PT NPM.

“Kalau soal sosialisasi di Desa Boedingi itu memang benar dan kami hanya mendampingi owner kami pada bulan Maret dalam bentuk sosialisasi. Tapi kalau menambang itu tidak pernah,” ucapnya.

Lebih lanjut Renaisance membeberkan,
PT NPM tidak beroperasi di IUP PT Bososi. Kalau alat berat yang disegel pekan lalu, hanya ada 6 alat berat diantaranya 5 excavator dan 1 buldozer. Menurut dia, yang disita baru-baru ini, itu bukan alat berat PT NPM.

Sementara itu, Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra, Kompol Bungin M Misalayuk menuturkan, kedatangan pihaknya ke lokasi tambang berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat.

“Memang kami temukan ada alat berat yang sedang melakukan kegiatan di sana,” terang Bungin.

Alat berat terlebih dahulu diamankan, agar tidak ada kegiatan dengan menstatuskan quo dulu dan akan melihat administrasi dan kelengkapan perusahaan itu.

“Soal hutan lindung, kami harus berkoordinasi dengan instansi terkait. Rangkaian kegiatan ini masih penyelidikan dan pengumpulan data serta observasi medan. Sementara kita sudah berproses kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Saat ditanya kepemilikan alat berat yang disegel, Bungin belum bersedia membeberkan itu.

“Kita belum bisa menyimpulkan, itu PT atau perorangan. Intinya kita akan turun lagi ke sana bersama intansi terkait,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimum), Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan penyegelan 22 alat berat diduga milik salah satu perusahaan tambang yang beroperasi di Desa Boedingi, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Dikabarkan 22 alat berat itu, diduga milik PT NPM. Namun, dibantah oleh pihak PT NPM bahwa yang diberi garis polisi bukan milik perusahaan PT NPM.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...