Bupati Buton Laporkan Penanganan Wabah Corona ke Gubernur Sultra

570
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Bupati Buton La Bakry melaporkan perkembangan penanganan dan pencegahan wabah virus Corona atau Covid-19 ke Gubernur Sultra Ali Mazi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) melalui video conference, Jumat 3 April 2020.

Dalam laporannya, La Bakry memaparkan, perkembangan terakhir, pemantauan terhadap Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 1.231, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 28 orang, dan selesai pemantauan sebanyak 339 orang.

- Advertisement -

“Semua mahasiswa asal Buton yang menuntut ilmu di luar wilayah Kabupaten Buton,” lapor La Bakry didampingi Sekda Buton La Ode Zilfar Djafar.

La Bakry menambahkan, kebanyakan yang didata dalam penanganan wabah Corona adalah mahasiswa dari wilayah barat seperti Jakarta, Makassar, Kendari dan daerah luar Buton. Mereka dipantau oleh Satuan Tugas Bersama TNI-Polri.

Mereka dijemput di pelabuhan atau perbatasan lalu diperiksa dan dipantau terus setiap hari selama 14 hari sesuai dengan protokoler yang dikeluarkan oleh pihak Kementerian Kesehatan.

“Alhamdulillah, Buton masih aman dari Virus Corona (Covid-19). Kami bersama Forkopimda bahu membahu melakukan tindakan pencegahan dan menangkal Covid 19 ini. Tentu saja dengan tetap berpatokan arahan Presiden dan imbauan Gubernur Sultra. Buton juga telah membentuk Satgas Penanganan Covid 19 bekerjasama TNI-Polri dan seluruh pihak terkait,” urai La Bakry.

Pemerintah Kabupaten Buton, kata La Bakry, menyediakan pos pengaduan dan pos jaga yang tersebar di semua kecamatan, termasuk semua jalur masuk di wilayah Kabupaten Buton. Sedangkan pos induk dipusatkan di eks Kantor Bupati Buton.

“Ada 7 titik pos termasuk 14 puskesmas yang tersebar di 7 kecamatan di wilayah Kabupaten Buton. Pemkab Buton juga melakukan sosialisasi pada masyarakat untuk menghindari Covid dan mencegah baik dengan perorangan ataupun dengan soundsistem di jalan-jalan pelosok pedesaan,” kata La Bakry.

Untuk menghindari Covid 19, lanjut La Bakry, Pemkab Buton bersama Polisi dan TNI telah melakukan penyemprotan di tempat umum seperti pasar, perkantoran, sekolah, sarana ibadah dan rumah yang dianggap punya potensi bersarangnya virus tersebut.

“Yang masuk dalam pemantauan diberi suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka. Selain itu para siswa diberlakukan siatem belajar di rumah begitu juga bagi ASN, selain eleon II dan III, mereka bekerja di rumah, dan hadir di kantor jika dibutuhkan,” tambahnya.

Selain itu, kata La Bakry, Pemkab Buton juga telah melakukan pergeseran anggaran seperti daerah lain.

Bukan hanya itu, Pemkab Buton juga telah memberikan tambahan insentif pada tenaga medis sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

“Pemkab Buton juga menyediakan tempat-tempat isolasi sehubungan dengan penanganan Corona,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Gubenur Sultra Ali Mazi mengimbau pada semua kepala daerah untuk melakukan penanganan Corona secara cepat dan tepat.

“Bupati dan Wali Kota segera mengambil langkah yang cepat dan tepat untuk penganan Corona dan tetap berkoordinasi dengan Pemeirntah Provinsi Sultra,” pintanya.

Reporter: LM Arianto

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...