Pengawasan Bandara, Pelabuhan dan Perbatasan di Sultra Harus Diperketat

2554
 

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota
Dewan Perwakilan Rakyata (DPRD) Kota Kendari, LM Rajab Jinik meminta pengawasan di Bandar Udara (Bandara) Haluoleo, pelabuhan maupun perbatasan diperketat untuk pencegahan penyebaran Covid-19 atau Virus Corona.

Permintaan Rajab ini, setelah Gugus Tugas Covid-19 Sultra melaporkan tambahan 2 orang pasien positif Covid-19 berasal dari Kota Kendari.

- Advertisement -

“Sebagai warga Kota Kendari kita mengharapkan akses masuk di Sultra khususnya di Kendari agar dilakukan pengawasan diperketat ketika
melalui bandara” kata Rajab Jinik, Sabtu 4 April 2020.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari ini menyebut, potensi besar yang bisa membawa dan menularkan virus corona di Kota Kendari dan kabupaten di Sultra oleh orang-orang dari luar daerah seperti Jakarta, Malang dan Jawa Barat yang banyak ditemukan kasus corona.

“Orang-orang yang masuk ini melalui Bandara harus dilakukan pemeriksaan sebagai bentuk pencegahan virus corona. Kalau memang ada yang menunjukan gejala dan terpapar corona harus diisolasi,” ujarnya.

Selain pengawasan di Bandara, lanjut Rajab, pengawasan juga harus dilakukan di pelabuhan-pelabuhan dan perbatasan-perbatasan Sultra dengan provinsi lain.

“Akses-akses ini yang harus dilakukan pengawasan ketat, dan provinsi harus memikirkan ini, karena tidak menutup kemungkinan kalau tidak dilakukan pemeriksaan orang terpapar corona
akan bertambah,” ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, Pemkot Kendari sudah menjalankan instruksi dari Gubernur untuk meperketat di wilayah-wilayah perbatasan dan pelabuhan untuk mencegah virus corona.

Tapi langkah ini harus didukung oleh Pemprov Sultra dalam memberlakukan penjagaan ketat di Bandara dan pelabuhan dan perbatasan, karena Kota Kendari merupakan ibu kota Provinsi Sultra.

“Jangan hanya Kota Kendari yang melakukan pengawasan ketat di perbatasan dan pelabuhan, tapi tidak ada dukungan dari Pemprov Sultra memutus wabah ini. Jadi percuma kita lakukan pengawasan ketat, tapi akses-akses ke Sultra dibiarkan begitu saja orang keluar masuk,” jelasnya.

Ketua AMPG Kota Kendari ini menilai, Pemprov Sultra dan Pemkot Kendari maupun kabupaten harusnya berkoordinasi untuk memutus rantai virus corona, sambil memikirkan dampak dari kebijakan yang dibuat untuk masyarakat.

“Kerjasama dan kaloborasi provinsi dan kabupaten kota ini yang dibutuhkan masyarakat untuk memutus rantai Covid-19 di Sultra. Sambil memikirkan kebutuhan masyarakat di tengah wabah corona ini,” jelasnya.

Kemudian, Rajab meminta masyarakat yang masuk di Sultra untuk ditunda dulu, dan masyarakat Sultra memilik urusan di daerah lain dibatalkan, karena kebanyakan yang terpapar corona mulai orang dalam pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan, dan positif riwayat perjalanan dari luar daerah.

“Tolong Jangan membawa wabah di Sultra khususnya di Kota Kendari. Kasian masyarakat gara-gara virus aktivitasnya sehari-hari terhenti. Mari kita jangan memikirkan diri sendiri, tapi untuk keselamatan orang lain juga,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...