Empat Penumpang KM Lambelu dari Nunukan yang Positif Corona Tidak Singgah di Baubau

4125
 

Baubau, Inilahsultra.com – Gugus Tugas Covid-19 Kota Baubau menyikapi informasi di media sosial tentang akan adanya kedatangan kapal KM Lambelu yang mengangkut empat penumpang dari Nunukan dan telah dinyatakan positif Corona berlabuh di Pelabuhan Murhum.

Setelah melakukan kroscek data, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Baubau memastikan perjalanan empat penumpang tersebut tak bersinggungan dengan Pelabuhan Murhum, Kota Baubau.

- Advertisement -

Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Baubau, Roni Muhtar menuturkan, empat penumpang tersebut tiba di Nunukan pada tanggal 28 Maret 2020. Kata dia, empat orang warga Nunukan ini dalam perjalanan ke daerah asalnya tidak singgah di Baubau.

“Tidak singgah di Pelabuhan Murhum karena mereka telah tiba di Nunukan 28 Maret lalu dan dilakukan rapid test disana. Sehingga proses inkubasi Covid itu tidak bersinggungan dengan apa yang ada di Baubau. Mohon dipahami masyarakat atas informasi yang hari ini beredar,” tutur Sekda Kota Baubau ini saat menggelar konferensi pers di Sekretariat Gugus Tugas Covid-19, Sabtu malam 4 April 2020.

Kepala PT Pelni Cabang Baubau, Capt Ahmad Sadikin menambahkan, KM Lambelu berangkat dari Makassar pada 25 Maret. Rute perjalanannya dari Makassar-Pare-pare-Pantoloan(Donggala)-Tarakan dan berakhir di Nunukan pada tanggal 28 Maret.

Pada 28 Maret ini, lanjut Sadikin, seluruh penumpang turun di Nunukan. Setelah penumpang turun, kapal lanjut lagi berlayar menuju Tarakan-Pantoloan(Donggala)-Parepare-Makassar dan kembali lagi ke Nunukan.

“Tiba di Nunukan lagi tanggal 2 April. Kapal dijadwalkan berangkat lagi pada 3 April ke rute yang pertama karena dia berputar ke arah utara dan dijadwalkan tiba di Baubau tanggal 6 April. Jadi tidak ada kaitannya dengan penumpang yang sudah dinyatakan positif tadi,” tambahnya.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas I Baubau, Pradigdo menegaskan, bila KM Lambelu dari Nunukan berangkat pada 3 April, bukan tanggal 28 Maret menuju Baubau.

“Jelas ya, tanggal 28 Maret itu sudah berakhir di Nunukan pada rute pertama, seluruh penumpang turun. Kapal lalu putar lagi tapi tak singgah di Baubau,” tegasnya.

Kata dia, rute perjalanan dari Nunukan ke Baubau memakan waktu tiga atau empat hari. Olehnya, tak masuk logika bila kapal berangkat dari Nunukan pada tanggal 28 Maret dan tiba di Baubau pada 6 April.

“Tidak mungkin perjalanan sampai memakan waktu sampai 10 hari. KM Lambelu itu berangkat 3 April pukul 01.00 WITa dini hari dari Nunukan, siang tiba di Makassar dan tiba di Baubau pada 6 April pagi,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Yasir

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...