Satgas Pencegahan Covid-19 Perketat Penjagaan di Perbatasan Muna-Mubar, Sasar Penumpang KM Lambelu

1452
 

Laworo, Inilahsultra.com– Perantau yang baru pulang melalui KM Lambelu yang sandar di Bau-bau dini hari dijaga ketat diperbatasan Kabupaten Muna dan Muna Barat (Mubar) oleh gugus tugas penanggulangan virus Corona (Covid-19), Senin, 6 April 2020.

Penjagaan ketat sudah dipersiapkan sejak beberapa hari yang lalu saat gugus tugas penanggulangan Covid-19 mendengar kabar bahwa beberapa penumpang di KM lambelu dalam perjalananya sudah terinfeksi virus Corona.

- Advertisement -

Mengantisipasi hal itu, Satgas percepatan penanggulangan Covid-19 bekerja sama dengan pemerintah kecamatan, kepala desa dan pihak puskesmas setempat mengambil langkah dengan mendirikan posko di perbatasan Muna dan Mubar.

Terlihat, setiap mobil penumpang yang melewati jalan poros Wamengkoli – Raha, tepatnya di depan Posko di perbatasan, tim medis dengan memakai alat pelindung diri (APD), menyemprotkan cairan disinfektan dan setiap penumpang diukur suhu tubuhnya kemudian didata.

Pada kesempatan itu, untuk memastikan kinerja gugus tugas penanggulangan Covid-19 serta seluruh stakeholder yang terlibat didalamnya, Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada hadir dan memantau langsung di posko gerbang perbatasan.

“Jadi kita lakukan ini dalam proses pencegahan Covid-19 dan juga bagian dalam rangka penanganan dan tanggung jawab pemerintah secara keseluruhan, khususnya di Mubar,” kata Rajiun saat ditemui di posko perbatasan Muna-Mubar.

Rajiun menjelaskan, pengawasan dan pemeriksaan terhadap perantau yang baru pulang akan terus di laksanakan dalam waktu 1×24 jam dan ditiap wilayah perbatasan antar kabupaten yang menjadi pintu keluar masuk telah didirikan posko pemeriksaan.

Seperti di Pelabuhan Tondasi Tiworo Utara, Pelabuhan Pajala Kecamatan Maginti, Bandar Udara Sugimanuru Kecamatan Kusambi, pintu gerbang perbatasan Kusambi-Matarawa (Muna) dan pintu gerbang perbatasan Kabangka (Muna)-Kasimpa Jaya Kecamatan Tiworo Selatan (Mubar) dan pintu gerbang Lindo-Lembo (Muna).

Petugas medis melakukan penyemprotan cairan disinfektan setiap mobil yang lewat.

Menurutnya, perantau yang baru pulang rentang jalur penyeberangannya kalau balik melalui kapal kecil melewati pulau yang ada di pesisir Mubar. Sehingga ia lebih memperketat di jalur penyeberangan kapal Feri di Pelabuhan Tondasi dan penyeberangan dermaga kecil lainya serta di bandara Sugimanuru.

Apalagi, sambung dia, saat memantau di bagian Tiworo Utara, ada beberapa orang perantau dari Nunukan dan Kalimantan melewati jalur tersebut. Namun pihaknya sudah menginstruksikan ke gugus tugas penanggulangan Covid-19 agar lebih diperketat, terus didata dan terus dipantau setiap perantau yang datang.

“Jadi yang baru pulang melalui kapal Lambelu atau kapal lainnya ini hari tetap kita data dan dimasukan dalam ODP. Kita juga sudah lakukan penyemprotan dan pengukur suhu tubuh,” ucapnya

Terpisah, Jubir gugus tugas penanggulangan Covid-19 Mubar, LM Ishar Masiala mengungkapkan, terkait penanganan pandemi Covid-19 itu, pihaknya sudah menurunkan petugas di tiap posko.

“Jadi yang kita prioritaskan ini hari itu penumpang yang dari Nunukan lewat Bau-bau melalui kapal Lambelu. Kabarnya di sana itu sudah terinfeksi empat orang. Jadi kita harus waspada,” tuturnya.

Namun untuk lebih waspada dalam menangani virus itu agar tidak mewabah di Mubar pihaknya bersama Tim Reaksi Cepat dari BPBD Mubar dan petugas kesehatan akan selalu standby di tiap posko yang sudah dibuat.

“Bukan cuman di perbatasan. Tapi ditiap perempatan yang menjadi akses ke Mubar kita juga lakukan pemeriksaan. Jadi petugas kita sudah siapkan lengkap dengan APD nya dan infra red,” ucapnya.

Dalam mencegah wabah Corona itu, pemerintah daerah juga melibatkan pihak kepolisian dan TNI.

Reporter : Muh Nur Alim

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...