DPRD Sultra Nilai Perusahaan Tambang Belum Maksimal Bantu Penanganan Corona

643
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) menilai perusahaan tambang belum maksimal membantu pemerintah daerah dalam penanganan virus corona di Bumi Anoa.

Anggota Komisi III DPRD Sultra Syahrul Said menyatakan, berdasarkan data dan informasi yang diperolehnya, perusahaan tambang di Sultra belum ada progres yang maksimal dalam membantu masyarakat Sultra di tengah wabah virus corona.

- Advertisement -

“Padahal, mereka ini banyak mengambil keuntungan di daerah kita. Masa hanya Rp 50 juta saja bantu daerah,” kata Syahrul Said, Selasa 7 April 2020.

Politikus NasDem ini menyebut, di Bumi Anoa ada sekitar 280-an perusahaan tambang dan yang aktif kurang lebih 76 izin usaha pertambangan (IUP).

Bila satu perusahaan saja menyumbang Rp 100 juta, maka anggaran yang terkumpul bisa mencapai Rp 70 miliar.

“Harusnya, mereka memiliki kontribusi besar terhadap daerah. Tidak dengan sumbangan yang kecil. Mereka sudah mengambil tanah kita, lantas ketika terjadi bencana, sumbangnya hanya sedikit. Ini tidak benar,” kata Syahrul.

Anggota DPRD Sultra Dapil Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Kota Baubau dan Wakatobi ini menyebut, perusahaan tambang tidak hanya cukup membantu masyarakat dalam segi pemenuhan kebutuhan ekonominya saja melainkan turut berinisiatif membantu pengadaan alat rapid test yang dikoordinasikan dengan pemerintah daerah.

“Sebab, kebutuhan rapid test ini merupakan hal yang penting juga dalam deteksi dini infeksi virus corona di masyarakat. Saya kira tinggal dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Perusahaan juga harus punya inisiatif dan komitmen,” tekannya.

Dalam penggunaan sumbangan perusahaan tambang ini, ia mendorong agar lebih transparan dan terukur serta penggunaannya juga harus diketahui publik.

“Untuk itu, kami juga meminta Gubernur Sultra agar memastikan kembali komitmen perusahaan tambang ini dalam membantu daerah dalam pencegahan virus corona,” imbuhnya.

Selain itu, Syahrul juga meminta agar Dinas ESDM Sultra sebagai leading sektor untuk lebih tegas mengingatkan kepada perusahaan tambang terhadap kontribusinya terhadap daerah.

“Dinas ESDM jangan hanya diam saja. Mereka harus menyampaikan seperti apa perkembangan dan progres kontribusi perusahaan tambang agar diketahui oleh publik,” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Sultra Ali Mazi mengeluarkan surat imbauan kepada perusahaan tambang untuk memberikan kontribusinya dalam pencegahan dan penanganan virus corona di Sultra.

Penulis : Jusbar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...