Social Distancing, Juga Pernah Dilakukan Para Nabi

1414
Ilustrasi Social Distancing
Bacakan

LM. Akrammullah Nasiru

-Advertisements-

Semenjak ditemukannya pertama kali, Virus Corona atau Covid-19 di Kota Wuhan, China, pada akhir tahun 2019 lalu, virus corona menyebar dengan sangat cepat ke seluruh penjuru dunia.Kini Senin, 30 Maret 2020, kasus terpapar covid-19 atau virus corona sudah mencapai angka 722.196 kasus dari 199 negara dengan jumlah kematian mencapai 33.976 kasus, dan 151.766 pasien di antaranya dinyatakan sembuh.

Di Indonesia kasus ini pertama kali ditemukan pada dua warga Depok, Jawa Barat awal Maret lalu. Data hingga Senin, 30 Maret 2020 tercatat jumlah warga yang dinyatakan positif terkena virus corona mencapai 1.414 dan 122kasus di antaranya meninggal dunia.

Dengan kondisi seperti ini, pemerintah Indonesia pun dengan sigapmenyerukan kepada seluruh masyarakatnya untuk melakukan beberapa upaya pencegahan dan pemulihan, sehingga mata rantai penyebaran pandemi covid-19 ini tidak semakin parah dankiranya bisa terputusjuga terhenti. Beberapa upaya pemerintah dalam hal ini, dilakukan denganmengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan juga untuk melakukan social distancingatau menjaga jarak sosial, kemudian tentunya menyediakan fasilitaas medis bagi para Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Social Distancing dilakukan guna mengantisipasi adanya kontak langsung antara orang dengan status positif terpapar corona dengan orang lainnya, sehingga tidak terjadi penularan. Dampaknya adalah peniadaan aktifitas di luar rumah, seperti ditempat kerja, kantor-kantor instansi pemerintahan pusat, maupun daerah, lembaga pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi, negeri maupun swasta dan digantikan dengan aktifitas melalui media online.

Kini semua harus “di rumah saja”, demikian bahasa taglinemengampanyekan. Kegiatan kantor, bisnis, sekolah, perkuliahan dilakukan dari rumah menggunakan media online, seakan-akan masyarakat diasingkan di rumah masing-masing, tidak boleh berkumpul dengan teman-teman, sanak keluarga yang tidak serumah, hingga acara resepsi pernikahan sekalipun tidak diperkenankan untuk diselenggarakan.

Realita yang terjadi pada masyarakat, khususnya di kalangan para pelajar maupun mahasiswa, mengalami kejenuhan dengan kondisi seperti ini, bingung dengan apa yang harus dilakukan jika tetap berada di rumah dalam beberapa waktu ini hingga pandemi covid-19 meredah dan terhenti. Proses pembelajaran dan perkuliahan memang tetap berlanjut, tugas-tugas juga mengalir seperti biasanya bahkan bertambah banyak karena melalui media online sebagai tolak ukur kehadiran atau penyelesaian pembelajaran dan perkuliahan bagi mahasiswa. Dengan kondisi seperti ini, dibutuhkan motivasi yang lebih tinggi, bagi semua kalangan agar dapat tetap semangat menjalankan aktifitas walaupun dengan keadaan seperti yang disebutkan.

Konsep social distancing juga pernah dilakukan oleh para Nabi, semisal yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dalam pengembaraannya, Nabi Yusuf AS, juga Nabi Muhammad SAW.  Pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya Rasulullah SAW dulu pernah melakukan social distancing? Jika belum, maka sepatutnya kita harus mencari tahu, dan jika sudah, layaklah pula kita untuk mengetahui lebih mendalam bagaimana social distancing yang dilakukan Rasulullah SAW.

Nabi Besar Muhammad SAW sebagai utusan Allah untuk menjadi suri teladan bagi manusia juga sebagai rahmat untuk seluruh alam, telah mewariskan sunnahnya kepada umat untuk diteladani dan dilaksanakan.Sunnah adalah seluruh perbuatan, perkataan dan ketentuan yang berasal dari Nabi SAW sebelum dan setelah diangkatnya sebagai nabi dan rasul.Sebelum diangkat sebagai seorang nabi dan rasul,Nabi Muhammad SAW melakukan social distancing, akan tetapi yang dilakukan beliau, memiliki istilah lain yaitu, ber’uzla. Kata ‘uzla berasala dari bahasa Arab ( عزل-يعزل ) yang berarti “mengasingkan, memisahkan, mengisolasi, mengucilkan dan membatasi”.

Rasulullah SAW mengasingkan diri atau menjalani social distancing di dalam sebuah gua yang bernama “hira” selama 40 hari dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah SWT, memperkuat keimanan dan mendekatkan diri atau taqarrub kepada-Nya. Dari pengertian sunnah di atas maka bisa disimpulkan bahwa social distancing adalah sunnah Rasullullah dikarenakan hal tersebut pernah dilakukan oleh beliau.

‘Uzla merupakan saranayang dapat mengantarkan seseorang untuk melakukan perenungan atau introspeksi diri. Seseorang yang ber’uzla, akan memiliki banyak waktu untuk berinteraksi dengan Sang Pencipta, memikirkan tanda-tanda kebesaran dan keagungan-Nya. Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitabnya Hikamberkata, “Tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat terhadap hati, sebagaimana ‘uzla dalam memasuki medan untuk bertafakkur (berpikir dan merenung)”.

Seperti halnya yang dilakukan Rasulullah SAW yaitu ber’uzla, seperti itu jugalah sepatutnya social distancingdilakukan, memaknai social distancing yang sedang dijalani saat ini, selain untuk menghindari penyebaran pandemi covid-19, juga sebagai sarana untuk melakukan pembenahan dan perbaikan terhadap diri sendiri, melakukan perubahan-perubahan yang baiksehingga nantinya seiring dengan berakhirnya wabah yang menimpa dunia ini, pelaku social distancingjuga mengalami perubahan yang positif pada diri masing-masing.

Ada banyak sekali hal positif yang dapat dilakukan ketika menjalani social distancingseperti saat ini, tentu saja setelah pelaksanaannya dimaknai sebagai ajaran Nabi SAW, kiranya kita semua subjek sosialdapat lebih termotivasi lagi untuk melakukan hal-hal yang diridhai oleh Allah SWT, misalkan seorang pelajar yang memiliki kewajiban untuk mencari ilmu, saat ini dapat memfokuskan diri pada suatu target tertentu sehingga selama social distancing ini dijalani, ia dapat mengisi waktu dengan baik dan maksimal. Juga, seseorang yang ingin menguasai bahasa asing misalkan, adalah saat yang tepat baginya untuk memaksimalkan belajar dengan menggunakan fasilitas yang disediakan perkembangan zaman seperti media online youtube, whatsapp, telegram dan lainnya untuk belajar bahasa yang diinginkan.

Penulis yakin, jika semuanya dilakukan selama social distancing ini dijalani maka semuanya akan berakhir dengan kepuasan atas tercapainya keinginan atau target yang sudah ditentukan. Pada akhirnya, penulis juga mengajak semuanya untuk mendoakan kondisi ini, agar secepatnya membaik, juga agar kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat memotivasi dan menambah pengetahuan kita. Aamiin

Oleh : LM Akrammullah Nasiru

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
4
-Advertisements-
loading...