Cegah Wabah Corona, Politikus Demokrat Berharap Pemkab Butur Tidak Merasa Merugi

545
Nasri

Buranga, Inilahsultra.com – Rasa kesal politikus Partai Demokrat Buton Utara (Butur) Nasri atas lambannya penanganan dan pencegahan wabah virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Butur belum berakhir.

Kepada Inilahsultra.com, Nasri meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Butur agar tidak merasa merugi karena telah menggelontorkan anggaran untuk menangani dan mencegah virus Corona.

- Advertisement -

“Jangan ada perasaan pemerintah daerah telah merugi karena mengeluarkan anggaran untuk menangani Corona ini. Nyawa warga Butur lebih utama dari pada pembangunan infrastruktur,” pinta Anggota Komisi III DPRD Butur ini.

Menurut dia, pemerintah pusat telah memberi sinyal agar pemerintah daerah menggeser anggaran untuk penanganan wabah Corona merupakan langkah yang tepat. Sehingga sinyal itu harusnya direspon dengan langkah cepat dan tanggap oleh pemerintah daerah.

“Tapi nyatanya hari ini kita masih bicara pergeseran anggaran. Bukan bicara langkah konkrit (pencegahan) di lapangan,” kesalnya.

Saat ini, lanjut Nasri, pintu-pintu masuk Butur masih dibiarkan longgar tanpa ada penjagaan dan pemeriksaan kepada setiap orang yang lewat. Sehingga hal ini tidak boleh dibiarkan.

Menurut Nasri, sesuai hasil rapat koordinasi antara DPRD Butur dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 pada Kamis malam 9 April 2020, pintu masuk baru akan dijaga pada Senin 13 April 2020.

“Yah, meski terlambat tetap harus dijaga. Ketimbang tidak sama sekali. Meskipun virus Corona ini tidak mengenal waktu,” sorotnya.

Bukan hanya itu, Nasri juga meminta kepada Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 agar mengharamkan karantina mandiri. Proses karantina kepada setiap orang yang masuk di Butur harus dilakukan di tempat khusus.

“Karantina mandiri itu tidak ada gunanya. Harus karantina khusus. Jangan ada alasan anggaran, karena masih banyak anggaran yang bisa digeser. Tentu karantina khusus ini dengan tetap menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia,” tandasnya.

Nasri mengakui, Rakor bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Butur cukup membuka mata semua pihak. Pasalnya, IDI mampu memaparkan seluruh kebutuhan untuk menangani virus Corona. Sehingga biaya yang dibutuhkan juga bisa lebih terukur.

“Ini sebenarnya yang kita butuhkan. IDI ini harus diajak berbicara mengenai virus Corona. Bukan kita-kita saja yang rapat dan hanya berputar-putar bicara ini itu tanpa ada ujung pangkalnya,” tandansya.

Tidak hanya itu, Nasri juga meminta kepada pejabat daerah yang merasa tidak mampu mengelola anggaran besar penanganan Covid-19 agar sebaiknya mengundurkan diri.

Anggaran besar itu, lanjut dia, harus bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Bukan berarti menghemat tanpa ada yang dibelanjakan.

“Kalau niat kita tulus, kenapa mesti takut mengelola anggaran besar. Kalau tidak mampu sebaiknya mundur saja,” katanya.

Editor: Din

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
loading...