Kendari Sepi, Instruksi Wali Kota Berdampak Pada Sopir Angkot dan Pedagang

959
 

Kendari, Inilahsultra.com – Suasana Kota Kendari tidak seperti biasanya. Sejak instruksi wali kota dilaksanakan pada Jumat 10 April 2020, situasi di Kota Kendari tampak sepi tak ada aktivitas warga di luar.

Suasana ini dikarenakan adanya penerapan dan pelaksanaan instruksi Wali Kota Kendari tentang melakukan total aktivitas di dalam rumah selama tiga hari dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Corona Virus (Covid-19) di Kota Kendari.

- Advertisement -

Pantauan Inilahsultracom, sejumlah ruas jalan di kota lulo ini tampak sepi, yang terlihat hanya ada beberapa kendaraan roda dua dan roda empat lalu lalang.

Kendaraan patroli aparat kepolisian dan TNI terlihat berkeliling kota sambil
menyampaikan imbauan terkait instruksi Wali Kota Kendari.

Salah seorang sopir mobil pete-pete, Sirman mengatakan, hari ini tidak turun ke jalan untuk mencari rezeki bukan karena instruksi dari pemerintah, tetapi karena hari ini libur.

“Memang kalau hari-hari libur kurang pendapatan kita sebagai sopir pete-pete. Dari pada kita paksakan secara otomatis pasti kita rugi,” jelasnya.

Jumat hari ini bertepatan dengan hari libur memperingati hari kenaikan Isa Almasih.

Menurut Sirman, sebagai warga negara yang baik harus ikuti intruksi pemerintah terutama untuk memutus wabah Covid-19 yang meresahkan masyarakat.

“Iya. Tambah sepi dengan instruksi ini, tapi mau diapa kita harus ikuti imbauan dari pemerintah dalam memutus mata rantai virus corona untuk keselamatan kita bersama,” jelasnya.

Selain aktivitas kendaraan sepi, sejumlah toko dan perkantoran di Kota Bertaqwa ini terlihat tutup. Untuk pusat-pusat perbelanjaan seperti pasar dan swalayan yang diisukan akan tutup, sampai saat ini masih terbuka seperti biasa untuk masyarakat memenuhi kebutuhan hidup.

Seperti di pasar panjang, ada bebeapa penjual sayur dan buah masih menjajakan dagangan atau jualanya dengan alasan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

“Meski sepi pembeli saya tetap menjual, karena satu-satunya mata pencaharian kita di sini hanya dengan menjual,” kata Ula salah satu pedagang di Pasar Panjang.

Ia menjelaskan, sebelum ada instruksi wali kota setiap hari dagangannya mulai dari sayur dan buah pendapatan hasilnya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Hari ini bukan lagi kurang pemasukan, tapi tidak ada pemasukan, karena pasar sepi dan pembeli juga sangat kurang. Dari tadi saya menjual belum ada yang datang membeli,” jelasnya.

Ia berharap, instruksi seperti ini sebelum dterapkan terlebih dulu disosialisasikan kepada masyarakat agar tidak terjadi peristiwa seperti hari ini.

“Harusnya pemerintah mensosialisasikan dulu kepada masyarakat. Kita kaget juga kemarin mendengar larangan keluar rumah, dan hari ini imbasnya pasar sepi bahkan penghasilan kami tidak ada,” jelasnya.

Untuk mencegah wabah Covid-19 ini, ia mengatakan, setiap hari dirinya bersama keluarganya mengikuti imbauan pemerintah agar terhindar dari virus corona mulai dari cuci tangan, jaga jarak, dan menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari mengeluarkan intruksi nomor :
443.I/1233/2020 tentang melakukan total aktivitas dalam rumah selama tiga hari (10-12 April 2020) dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Kendari

Dalam intruksi terseut terdapat 3 poin yakni, seluruh Masyarakat Kota Kendari untuk tidak melakukan aktifitas di luar rumah selama 3 hari mulai tanggal 10 sampai 12 April 2020.

Kepada masyarakat Kota Kendari yang masih melakukan aktifitas di luar rumah akan dilakukan pengamanan oleh pihak TNI dan Kepolisian.

Selalu memperhatikan Physical dan Sosial Distancing selama berada di dalam rumah serta budayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan mencuci tangan dengan sabun serta memperhatikan etika ketika batuk dan bersin

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...