Ashar : Instruksi Wali Kota Menyengsarakan Warga Kurang Mampu

767
 

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD,) Kota Kendari, La Ode Ashar menilai instruksi Wali Kota Kendari kepada masyarakat selama tiga hari tetap di rumah dalam mengantisipasi wabah Covid-19 atau Virus Corona tidak berpihak pada masyarakat kurang mampu.

“Dengan segala hormat, saya tidak setuju dengan instruksi berdiam diri di rumah. Imbauan ini menurut saya kacau dan konyol, karena tanpa pendalaman dan kajian yang cenderung tidak berpihak dan semakin menyengsarakan warga miskin atau kurang mampu yang hari-hari menggantungkan hidupnya di jalan,” kata La Ode Ashar, Jumat 10 April 2020.

- Advertisement -

Anggota Fraksi Golkar ini menjelaskan, sebelum memutuskan sesuatu dalam melakukan imbauan tiga hari tetap di rumah, harusnya pemerintah memikirkan mereka-mereka yang mengantungkan hidupnya pada nafkah harian.

Seperti, lanjutnya, tukang becak yang bisa dapat Rp 40-50 ribu perhari, penjual ikan keliling bisa mendapat Rp 50-70 ribu perhari bila membeli ikan di pelelangan lalu dijual keliling, tukang ojek hanya bisa dapat hasil Rp 40-70 ribu perhari, nelayan yang bisa dapat uang Rp 50-80 ribu perhari bila hasil pancing atau pukatnya di jual ke pasar.

Sederhananya, kata dia, mereka masih bisa membawa uang pulang ke rumah untuk nafkah keluarga bila aktivitas harian terus dilakukan. Bisa dibayangkan, kata dia, nasib mereka-mereka ini dengan adanya kebijakan tersebut.

“Bagi kita yang dapat gaji bulanan aman-aman saja, tapi bagaimana dengan orang-orang miskin papa yang sebagian terwakilkan seperti yang sebutkan itu. Bagi kita yang punya nurani pasti miris melihat hal ini,” ujarnya.

Bagi mereka yang mendapatkan gaji, kata dia, tentu masih aman karena mungkin saja masih punya tabungan dan bisa membeli semua kebutuhan untuk stok mengantisipasi kalau kebijakan berlanjut.

“Tapi bagi mereka yang miskin papa bagaimana nasib mereka menghadapi bulan suci Ramadan, bulan penuh berkah semua umat muslim wajib melaksanakan ini, baik yang kaya dan miskin,” jelasnya.

Dengan dasar tersebut, dirinya tidak setuju dengan imbauan tetap di rumah selama tiga hari, karena tidak ada jaminan dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pasalnya, kata dia, kejadian kemarin dan tadi malam saat terjadi kepanikan (panic buying) telah terjadi konsentrasi orang dalam jumlah banyak pada satu titik, yang justru tidak mencirikan pada social distance dan physical distance.

“Kejadian kemarin dan tadi malam di pasar-pasar dan di beberapa tempat perbelanjaan tentu terabaikan dan disaat yang bersamaan sangat berpotensi penyebaran virus lebih tinggi, dan tujuan memutus mata rantai penyebaran sudah pasti tidak terwujud,” jelasnya.

Seharusnya, kata dia, Covid-19 harus disikapi secara rasional, karena virus ini berbahaya. Maka sudah pasti dengan kemampuan membaca, mendengar, dan melihat sudah cukup sebagai bagian edukasi kepada mereka-mereka yang tidak paham cara mengantisipasi penyebaran covid-19 ini.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari mengeluarkan intruksi nomor :
443.I/1233/2020 tentang melakukan total aktivitas dalam rumah selama tiga hari (10-12 April 2020) dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Kendari

Dalam intruksi terseut terdapat 3 poin yakni, seluruh Masyarakat Kota Kendari untuk tidak melakukan aktifitas di luar rumah selama 3 hari mulai tanggal 10 sampai 12 April 2020.

Kepada masyarakat Kota Kendari yang masih melakukan aktifitas di luar rumah akan dilakukan pengamanan oleh pihak TNI dan Kepolisian.

Selalu memperhatikan Physical dan Sosial Distancing selama berada di dalam rumah serta budayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan mencuci tangan dengan sabun serta memperhatikan etika ketika batuk dan bersin.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...