Nasib ODP di Konsel, Karantina di Perbatasan Desa Tanpa Kebutuhan Pokok

1171
Kapolsek Moramo Utara Ipda Muh Tir menyerahkan sembako kepada warga status ODP di daerahnya. (Istimewa)

Kendari, Inilahsultra.com – Susanti (23) tak menyangka kepulangannya ke kampung halaman di desa Tanjung Tiram, Konawe Selatan, bakal menimbulkan masalah baru. Berpisah dari suaminya di negeri orang, kini ia harus menjalani hari-hari di rumah isolasi mandiri bersama buah hatinya yang baru berusia 3 tahun. Mereka ditetapkan sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19.

Susanti, Warga Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, baru saja tiba dari Kota Batam, Kepulauan Riau. Bukannya disambut keluarga, ia dan anaknya malah disambut petugas untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, Kamis, 9 April 2020 sekira Pukul 10.00 Wita.

- Advertisement -

Sebelum Susanti tiba, warga desa telah bermufakat agar setiap orang luar yang baru kembali di desa untuk dilakukan isolasi mandiri. Tak terkecuali bagi Susanti dan buah hatinya. Tak ada tawar menawar. Demi memutus mata rantai virus corona, Covid-19.

Rumah isolasi mandiri disiapkan warga di perbatan desa. Sebuah rumah berdinding kayu. Masalah belum selesai.

“Kita disuruh tinggal di sini dulu selama 14 hari. Tidak apa-apa. Saya terima keputusan pemerintah dan warga desa. Tapi, bagaimana makanan kita selama di sini,” keluh Susanti.

Nasib yang sama juga dialami keluarga Ardan (23) yang baru saja pulang dari Papua. Ia kelimpungan. Tak tahu harus bagaimana menghidupi isterinya, Selfi (23) serta bayinya yang berusia 9 bulan. Padahal, masa karantina mandiri akan berlangsung selama dua pekan. 14 hari.

“Bagaimana mi kita ini. Tidak apa-apa. Kita pulang ini karena kita juga lagi susah di perantauan. Kita mau makan apa kalau dilarang keluar rumah selama 14 hari,” keluh Ardan.

Ardan bukannya menolak keputusan warga dan pemerintah desa atas perintah isolasi mandiri. Namun, ia tak habis pikir keputusan itu tidak dibarengi solusi masalah kebutuhan pokok mereka.

“Ini tidak ada sama sekali makanan. Berasmi saja,” ketus Ardan.

Mendapat informasi ini, Kepala Kepolisian Sektor Moramo Utara Ipda Muhamad Tir, tak berpikir dua kali. Didampingi Bhabinkamtibmas Desa Tanjung tiram Brigadir Sugito Latuharjudes, bantuan berupa sembako diserahkan, Sabtu, 11 April 2020.

“Bantuan ini tidak seberapa. Hanya beras dan mie instan. Tapi paling tidak, untuk sementara bisa memenuhi kebutuhan pokok mereka dulu. Kita juga berharap akan ada perhatian dari pihak lain,” kata Kapolsek yang biasa disapa Tir.

Selain menyerahkan bantuan sembako, Tir juga mengingatkan agar Susanti dan Ardan serta keluarga mereka agar selama dalam masa karantina mandiri tetap mengikuti protokol kesehatan penanganan Covid-19.

“Kami juga ingatkan agar selama di rumah ini mereka tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan rumah. Setiap 4 hari sekali mereka akan dipantau kesehatannya oleh petugas kesehatan dari Puskesmas,” katanya.

Dengan bantuan itu, keluarga Susanti dan Ardan kini bisa bernafas lega. Untuk sementara kebutuhan makan mereka bisa teratasi. Setidaknya, untuk beberapa hari ke depan.

Hingga Sabtu, 11 April 2020, di Sulawesi Tenggara terdapat 14 kasus potif Covid-19. Satu kasus pasien sembuh dan satu pasien lainnya meninggal dunia.

Penulis : Jusbar

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
loading...