Akibat Virus Corona, 978 Pekerja Perusahaan di Sultra Dirumahkan

624
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dampak dari virus corona atau Covid-19, ratusan pekerja perusahaan di Sulawesi Tenggara (Sultra) terpaksa dirumahkan.

Tercatat, ada 978 orang yang dirumahkan dan satu orang kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Jumlah itu dari 35 perusahaan yang ada di Sultra.

- Advertisement -

Kepala Bidang Pembinaan Industri dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnakertrans) Sultra, Muhammad Amir Taslim mengatakan, rata-rata yang terkena dampak Covid-19 merupakan pekerja di bidang industri, perhotelan dan rumah makan.

“Terbanyak itu dari Kendari, ada 23 perusahaan, Kabupaten Wakatobi 11 perusahaan, Kolaka 1 perusahaan dan Konawe Utara 1 perusahaan,” bebernya, Selasa 14 April 2020.

Masih kata dia, perusahaan yang telah melaporkan adanya pekerja yang dirumahkan baru 35 perusahaan.

“Sampai saat ini kami terus memperbaharui data jumlah pekerja di Sultra yang dirumahkan akibat Covid-19,” bebernya.

Muhammad Amir Taslim berharap, pekerja yang dirumahkan bisa bekerja kembali setelah virus corona selesai. Menurutnya, pekerja yang dirumahkan ini tidak di PHK. Dengan demikian, otomatis mereka dalam status masih pekerja.

“Cuman karena dampak Covid-19 ini mereka dirumahkan. Jadi mereka masih pekerja, tapi mekanisme dirumahkan ini yang harus diatur oleh perusahaan dan pekerjanya,” sambungnya.

Senada dengan itu, Kepala Disnakertrans Sultra, Saemu Alwi mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya terus berupaya mendata jumlah pekerja yang dirumahkan akibat Covid-19 ini.

“Semoga tidak ada lagi pekerja yang di-PHK selama masa pandemi Covid-19,” harapnya.

Jika di-PHK, bukan hanya berdampak pekerjaannya, tetapi akan berdampak juga pada keluarga pekerja.

“Kita berharap jangan sampai ada PHK,” harapnya.

“Namun, saat ini juga sudah ada kartu prakerja dari pemerintah pusat. Kita berharap ini bisa membantu, utamanya bagi karyawan yang di rumahkan atau di PHK,” pungkasnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...