Polres Butur Siap Antisipasi Dampak Sosial Pemberlakuan PSBB

460
 

Buranga, Inilahsultra.com – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Buton Utara (Butur) akan berdampak pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso mengatakan, akan melakukan koordinasi dengan Bupati Butur terlebih dahulu dalam rangka mengantisipasi dampak sosial pemberlakuan PSBB.

- Advertisement -

“Ketua Gugus Tugas (Covid-19) disini Bupati. Tapi nanti menunggu koordinasi dengan Pak Bupati untuk langkah kami mengantisipasi dampak sosial. Karena PSBB ini kedepan pengaruhnya ke sosial ekonomi masyarakat,” kata Wasis Santoso usai menggelar latihan Tactical Floor Game (TFG) Sispamkota kontinjensi bersama DPRD Butur dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa 14 April 2020.

Dalam mengantisipasi dampak sosial ini, kata Wasis, akan bekerja sama dengan Gugus Tugas Covid 19, TNI, Polri, Dinas Kesehatan dan Kepala OPD yang berkaitan dengan penanganan Covid 19.

Sebenarnya, lanjut Wasis, untuk mengatur aktifitas sosial warga, sudah ada tim khusus di Polres Butur. Tim itu diberi nama Satgas Aman Nusa. Satgas ini khusus menangani bencana nonalam seperti penyebaran Covid-19.

“Tim kami sudah jalan,” ujarnya.

Satgas Aman Nusa, terang dia, terus melakukan sosialisasi kepada warga dalam menangani dan mencegah wabah Covid-19.

“Kami sudah jalan, kami sudah sosialisasi. Alhamdulillah di Butur ini warganya untuk kerumunan-kerumunan itu kecil. Wilayah kita juga kan kecil,” terangnya.

Meski begitu, Wasis mengakui, Satgas Aman Nusa pernah menemukan kerumunan warga. Namun diberikan imbauan dengan cara-cara yang humanis.

“Jangan arogan. Saya tekankan anggota seperti itu,” tandasnya.

Untuk larangan warga keluar rumah selama pemberlakuan PSBB, tambah Wasis, tidak ada. Namun, pihaknya memberikan imbauan kepada warga agar tidak keluar rumah jika tidak ada urusan penting.

Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19. Khawatirnya, ada warga yang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Semua tau kan sekarang ini ada istilah OTG (Orang Tanpa Gejala) ini yang kami antisipasi. Kita juga mengimbau agar warga membiasakan diri menggunakan masker,” tuturnya.

Dia menambahkan, penjagaan pada sejumlah pos sudah dilakukan. Misalnya pada pos penjagaan di Pelabuhan Labuan dan Pelabuhan Waode Buri. Penjagaan itu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

“Sedangkan untuk rencana penjagaan pintu masuk, sementara ini ada 3. Di Kecamatan Bonegunu-Kambowa, Wakorumba, dan Waode Buri. Kami menunggu action dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...