Keluarga Pasien Positif Corona Terima Bantuan Sembako dari Komunitas Milenial Kendari

704
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kalangan milenial yang tergabung dalam Hand For Help Comunity memberikan bantuan sembako kepada keluarga pasien positif Corona di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat 17 April 2020. Komunitas ini terdiri dari 10 sampai 15 orang anak muda.

Founder atau Pendiri Komunitas Andi Eva Novitasari bersama rekan-rekannya mendatangi rumah korban positif terdampak wabah covid-19, di Kecamatan Kadia untuk menyalurkan bantuan sembako.

- Advertisement -

“Kita berikan bantuan sebanyak 15 paket sembako untuk 6 kepala keluarga,” ucap Andi Eva Novitasari.

Isi dari bantuan sembako ini diantaranya beras, telur susu dan lainnya. Kegiatan ini, kata dia, merupakan langkah awal. Dana dari bantuan ini, sebut dia, berasal dari sumbangan komunitas Hand For Help.

“Bantuan ini juga, bisa memberikan edukasi bahwa kalangan milenial memiliki peran penting dalam hal pencegahan Covid-19 dan juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat sekitar untuk memutus mata rantai Covid-19, harus mulai dari masing-masing dahulu dan melawan diri pribadi sendiri,”  sambung Andi Eva Novitasari.

Eva mengaku, kehadirannya untuk menyadarkan semua pihak dan mengedukasi para korban yang terdampak positif. Karena mereka butuh suport dan tidak seharusnya dijauhi.

“Mereka butuh bantuan, kalangan milenial harus berperan. Pertama, pahami wabahnya, penyebarannya dan penanggulangannya. Kemudian jelaskan kepada masyarakat sekitar dan tentu mengikuti anjuran yang telah dibuat oleh para ahli atau yang bersumber dari pemerintah,” bebernya.

Salah satu keluarga korban terdampak Covid-19, Komar berterimakasih atas adanya bantuan yang diberikan langsung kepada keluarganya. Ia menuturkan, saat ini sebanyak 25 orang keluarganya telah diperiksa, dan 10 orang diantaranya telah terverifikasi positif.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan musibah yang dialami keluarga saya. Selain upaya penanggulangan dan pencegahan, edukasi juga menjadi hal yang penting.Tidak hanya menderita karena terdampak wabah penyakit Covid-19, dirinya juga mendapatkan sanksi sosial,” ujarnya.

Komar mengaku, dirinya mendapatkan sanksi sosial walapun hasil swab-nya dinyatakan negatif. Namun, masih ada ketakutan masyarakat untuk berkomunikasi dengannya.

Ironisnya lagi, ada masyarakat yang mengatakan keluarganya adalah keluarga corona.

“ini tidak adil.  Sepengetahuan saya, ada proses penyampaian informasi yang terpotong dari pemerintah kepada masyarakat. Karena, pada jajaran RT ternyata tidak memiliki pemahaman terkait wabah covid-19. Kami juga butuh suport dan dukungan bukan malah dijauhi atau bahkan dikucilkan,” harapnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...