Tepat Satu Bulan, 36 Kasus Virus Corona di Sultra

443
 

Kendari, Inilahsultra.com – Tepat 19 Maret 2020 lalu, Gubernur Sultra mengumumkan kasus pertama virus corona di Bumi Anoa.

Pada saat itu, ada tiga orang warga yang dinyatakan positif berasal dari Kota Kendari dan Kabupaten Konawe.

- Advertisement -

Hari ini, 19 April 2020 atau telah berjalan satu bulan, ada 36 warga Sultra yang terinfeksi virus corona.

Terakhir, pada 19 April 2020, ada sembilan kasus baru yang diumumkan gugus tugas Covid-19 Sultra La Ode Rabiul Awal.

Dari sembilan orang, tujuh diantaranya dari Kabupaten Muna dan dua dari Kota Kendari.

Khusus tujuh warga Muna, sebut dia, kasusnya terpisah. Yakni, 6 kasus penelusuran diawali kasus Saparua Ambon. Dan satu kasus berdiri sendiri pelaku perjalanan dari Pulau Jawa.

Ketujuh orang warga Muna itu yakni perempuan 57 tahun, laki-laki 43 tahun, perempuan 54 tahun, laki-laki 64 tahun, laki-laki 38 tahun, perempuan 57 tahun dan perempuan 32 tahun.

“Tujuh kasus Muna menjalani tatalaksana di Muna sesuai protokol. Silakan ditelusuri lebih lanjut ke Gugus Tugas kabupaten,” imbuh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sultra, Minggu 19 April 2020.

Sementara dua pasien baru Kota Kendari berkaitan dengan kasus sebelumnya. Yakni, perempuan 33 tahun dan perempuan 57 tahun asal Kota Kendari.

Pasien 33 tahun kontak erat kasus 4 sementara pasien 57 tahun Kontak erat dengan kasus 16.

Sejauh ini, total konfirmasi positif saat ini di Sultra sebanyak 36 orang dengan rincian, 9 kasus baru, empat sembuh, dua meninggal dan 21 kasus lama.

Sedangkan untuk kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) mengalami penuruna dari sebelumnya 101 orang, saat ini tinggal 99 orang.

Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga mengalami penurunan dari sebelumnya terdapat 282 orang, tapi saat ini menjadi 279 orang. Pasien Dalam (PDP) tidak ada tambahan masih tetap 14 orang.

Kemudian, untuk kasus positif yang terkonfirmsi mengalami peningkatan dari 27 orang, kini menjadi 36 orang, yang dinyatakan sembuh 4 orang, meninggal dunia 2 orang, dan masih dalam perawatan sebanyak 30 orang.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra menjelaskan, kasus Covid-19 mengalami peningkatan eskalasi kasus di Sultra. Untuk itu, Satgas Gugus kabupaten dan kota untuk lebih meninglatkan kegiatan surveilens di daerah masing-masing untuk menemukan orang-orang beresiko pelaku perjalanan, kontak erat, orang tanpa gejala untuk membantu memutus mata rantai penularan Virus Corona.

“Meminta kepda masyarakat untuk mengikuti imbauan-imbauan pemerintah dalam pencegahan dan memutus Covid-19, mulai dari jaga jarak, pakai masker, sesering mungkin cuci tangan, menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat, untuk tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan dan lainnya,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...