Rajab Jinik Minta Pemkot Kendari Berlakukan Karantina Tingkat RT

2058
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kasus Virus Corona di Kota Kendari terus bertambah, terutama pasien yang terkonfirmasi positif saat ini sudah mencapai angka 23 orang.

Dengan bertambahnya kasus positif corona di Kota Lulo, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, LM. Rajab Jinik mengatakan harusnya dengan kondisi saat ini Kota Kendari memberlakukan karantina di tingkat rukun tetangga (RT).

- Advertisement -

“Setiap hari pasien positif corona bertambah dan meresahkan warga.
Saya mengusulkan kepada Pemkot Kendari memberlakukan karantina RT, karena ini salah satu startegi untuk memotong penyebaran virus corona lakukan kebijakan karantina RT,” kata LM Rajab Jinik, Senin 20 April 2020.

“Saya kira kalau karantina RT selama 10 atau 11 sudah cukup untuk memutus wabah virus corona,” tambahnya.

Ketika karantina tingkat RT diberlakukan, maka Pemkot Kendari harus melakukan penjagaan ketat dan menyuplai batuan sosial kepada masyarakat di wilayah tersebut.

“Petugas Covid-19 harus menjaga di wilayah yang telah ditetapkan pasien positif, orang yang keluar masuk di RT itu harus diperiksa dan difokuskan pada pembagian sembako kepada yang terdampak,” jelasnya.

Ketua Komisi III DPRD ini, meminta Gugus Tugas Covid-19 jangan hanya menyampaikan data pasien positif tingkat kecamatan saja. Harusnya, lanjut Rajab, Gugus Tugas membuka secara detil alamatnya di Kelurahan mana saja dan RT apa.

“Saya mendesak Pemkot Kendari harus membuka data atau alamat pasien yang posititf di kelurahan mana dan RT berapa, dan saya mendorong untuk dibuka terang benderang ini di publik di mana letak rumahnya, supaya masyarakat berjaga-jaga dan membatasi komunikasi di lingkungannya,” jelas Rajab.

Kasus positif ini, kata Rajab, bukanlah aib untuk ditutup-tutupi, kalau pemerintah niatnya untuk mencegah wabah yang mematikan ini harus membuka data alamat pasien.

“Saya pikir virus corona ini bukan aib, karena tujuannya kita hanya mencegah penyebarannya dan harus ditahu alamatnya, supaya orang tidak berkunjung di RT itu agar wabah ini tidak menyebar,” jelasnya.

Politikus Golkar ini, menilai Gugus Tugas di tingkat kecamatan dan kelurahan sampai hari ini belum terlihat perannya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan Covid-19.

“Mereka hanya fokus melakukan pendataan bantuan sosial tapi tidak diikuti dengan edukasi di masyarakat. Tapi itu kita apresiasi bantuan tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kota Kendari saat ini sudah berhak mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke pemerintah pusat, karena sudah masuk zona merah kasus corona.

“Pemkot Kendari harus cepat mengambil keputusan, jangan sampai kita terlambat seperti Makassar dan Jakarta yang saat ini makin membesar kasus corona,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
Komentar
loading...