Wa Ode Rabia : Kerahasiaan Data Pasien Covid-19 Harus Dijaga Bersama

2497
 

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota DPD RI, Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan, meminta agar semua pihak menjaga kerahasian data pribadi pasien yang telah dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19).

“Harus kita jaga bersama-sama. Jangan sampai hak privat, kerahasiaan pasien, itu sampai tersebar luas,” kata Rabia melalui rilisnya kepada media pada Senin (20/4/2020).

- Advertisement -

Ia mencontohkan, ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua WNI positif corona, tak berapa lama kemudian data terkait kedua pasien tersebut bocor ke tengah-tengah masyarakat. Publik menjadi tahu nama dan tempat tinggal keduanya yang berdomisili di Depok.

“Ini contoh yang terjadi. Ini pelajaran yang baik untuk tidak kita ulangi,” ujar Rabia.

Rabia menjelaskan, ada peraturan perundang-undangan yang melindungi informasi data pribadi pasien. Antara lain, Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

“Informasi data pribadi pasien seperti nama dan alamat tempat tinggal merupakan identitas yang harus dirahasiakan dan tidak boleh diuangkap kepada publik,” ucap Rabia.

Kemudian lanjut Rabia, kerahasiaan data pasien tersebut juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Menurutnya, pengungkapan identitas pasien positif virus corona secara terbuka adalah pelanggaran hak-hak pribadi.

“Pejabat publik, profesional kesehatan dan masyarakat perlu menghormati hak privasi pasien, dengan cara tidak memberikan informasi pribadi kepada yang tidak berkepentingan, dan tidak menyebar luaskan lewat media sosial,” ucap politisi muda Sultra ini.

Pimpinan BKSP DPD RI ini mengimbau agar masyarakat sebaiknya memberikan dukungan (support) kepada pasien yang dinyatakan positif Covid-19, agar secara psikologis, mereka tidak merasa tertekan sehingga dapat segera pulih dan sembuh kembali.

“Jangan disisihkan, namun berilah dukungan dengan menyemangati agar mereka semangat untuk bisa sembuh,” imbau Rabia.

Anggota Komite II DPD RI ini menyampaikan, sekarang ini perlu kesadaran yang kuat dari masyarakat untuk tetap berada di rumah sesuai dengan anjuran dari pemerintah.

“Perlu disiplin dan bekerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah sudah bekarja maksimal. Tinggal masyarakat kita yang harus sadar diri mengikuti imbauan tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang membuat merebaknya virus ini adalah masih terjadinya kerumunan orang banyak dan tidak menjaga jarak antara satu sama lain.

“Tetap untuk bekerja dari rumah. Bagi yang tidak bisa bekerja dari rumah untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan virus corona yaitu, jaga jarak minimal 1 meter (physical distancing), memakai masker (masker sesuai anjuran WHO), rajin mencuci tangan pakai sabun, dan mandi pakai sabun setelah sampai di rumah,” imbau Rabia.

Kemudian Rabia juga mengapresiasi masyarakat yang sudah paham bahwa data pasien perlu dijaga kerahasiaannya sesuai dengan aturan yang ada.

Ia juga mengapresiasi kepada masyarakat yang sudah mengikuti imbauan pemerintah dalam hal pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Kita sama-sama menyampaikan hal ini kepada keluarga, sahabat, kerabat, tetangga, agar paham mengenai situasi saat ini,” jelasnya.

Rabia menegaskan pekerjaan memutus mata rantai wabah virus corona atau covid-19 adalah tugas bersama. Bukan hanya pemerintah pusat dan daerah yang bekerja, dukungan masyarakat sangatlah diperlukan.

“Mari kita bekerjasama dan bersama-sama dalam menghadapi dan memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 ini. Hal ini tidak akan berhasil maksimal jika Pemerintah hanya menerapkan kebijakan tetapi warga tidak menjalankan sesuai apa yang sudah tertuang dalam kebijakan tersebut,” tutup Rabia.

Penulis : Jusbar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...