Melihat Kondisi Sahlan Balita Penderita Gizi Buruk di Buteng

440
 

LABUNGKARI, Inilahsultra.com – Sahlan alias La Ungke balita berumur enam tahun warga Desa Waliko, Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah (Buteng) sudah dipulangkan ke rumahnya.

Sebelumnya, balita laki-laki ini divonis menderita gizi buruk usai dilakukan pemeriksaan oleh RSUD Kabupaten Buton Tengah (Buteng) pada 13 februari 2020 lalu.

- Advertisement -

Kondisi balita itu berubah dari sebelum ditindaki RSUD Buteng. Postur tubuh Sahlan kala itu bagaikan tulang dibungkus kulit. Kondisi memprihatikan usia dan berat badannya tidak sesuai dengan standar kesehatan. Sahlan kala itu memiliki berat badan hanya sampai sembilan kilo lebih.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buteng, dr Karyadi mengatakan, Sahlan alias La Ungke balita gizi buruk itu kini sudah dipulangkan, perawatan selama 24 hari dilakukan pihak RSUD sudah maksimal.

“Anak itu sudah ada perubahan dilihat dari fisiknya saat ini beratnya sudah mencapai 17 kilogram, beda dari sebelumnya hanya sampai sembilan kilogram lebih saja,” ungkap karyadi, di kantor Bupati Buteng, Senin 20 April 2020.

Meski secara kasat mata dinyatakan membaik, namun pengawasan rutin dalam pemberian makanan tambahan (PMT) terhadap balita itu terus dilakukan oleh petugas kesehatan. Pihak RSUD Buteng selalu memberikan asupan gizi tambahan meski sudah tidak dirawat di RSUD Buteng

“Untuk asupan gizi seperti susunya kita masih siapkan setelah beberapa hari anak tersebut keluar dari rumah sakit, orang tuanya kita suruh bawa kaleng susunya yang kosong untuk digantikan susu yang baru,” jelasnya.

Meski sebelumnya, balita tersebut berpotensi sembuh sangat kecil namun pihak RSUD Buteng terus berupaya semaksimal mungkin agar La Ungke bisa kembali normal seperti anak lainnya.

Biaya Pengobatan

Orang tua Sahlan yang tergolong masyarakat kurang mampu sempat merasa putus asa untuk merawat anaknya.

Namun, karena video Sahlan sempat viral di medsos membuat Pemeintah Kabupaten Buton Tengah terus memberikan perhatian.

Bantuan pun datang dari berbagai pihak, baik dari kalangan masyarakat hingga pemerintah daerah turun tangan membantu perawatan Sahlan.

Bupati Buteng Samahuddin sempat meluangkan diri untuk menjenguk Sahlan dan langsung memerintahkan direktur rumah sakit agar balita penderita gizi buruk itu untuk dirawat di RSUD Buteng dan dibebaskan biayanya.

Bahkan La Ramo sapaan akrab Samahuddin memerintahkan dinas sosial untuk menguruskan orang tua Sahlan diberikan bantuan serta diuruskan kartu BPJS kesehatan, mengingat anggaran untuk BPJS Kesehatan yang digelontorkan Pemda Buteng sebesar Rp 13 miliiar.

Selama pengobatan, dr Karyadi tidak pernah meminta sepersenpun dari pihak keluarga untuk biaya pengobatan Sahlan,

“Perintah bupati dari awal pengobatan balita itu kita menggratiskan sampai bisa dilihat kondisinya mulai membaik dan kita sudah pulangkan,” tutupnya.

Penulis : Muh Arianto

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...