Penelusuran Riwayat Kontak 7 Pasien Positif di Muna Bakal Panjang

2658
 

Kendari, Inilahsultra.com – Penelusuran riwayat kontak tujuh pasien positif corona di Kabupaten Muna diprediksi bakal panjang.

Sebab, enam pasien yang dinyatakan positif masuk klaster Bogor itu diketahui telah memiliki riwayat perjalanan cukup banyak.

- Advertisement -

Bila menghitung waktu kembali ke belakang, acara keagamaan di Lembang Bogor Jawa Barat digelar tiga hari yakni 26 sampai 29 Februari 2020.

Sementara, enam pasien Muna baru dinyatakan positif pada 19 April 2020.

Artinya, lebih dari sebulan, warga yang masuk klaster Bogor telah memiliki berbagai perjalanan di Muna maupaun di Kota Kendari.

“Awalnya, kita masukkan klaster Saparua 14 Maret 2020. Namun jika Jubir Muna menarik ke klaster Bogor pada akhir Februari, maka rantainya surveilans akan panjang,” kata Rabiul Awal, Selasa 21 April 2020.

Namun, kata Rabiul, di daerah mana pasien tersebut tertular belum bisa dipastikan lokasinya. Sebab, mereka memiliki beberapa riwayat perjalanan selepas dari Bogor, misalnya di Makassar yang masuk daerah pandemi dan Kota Kendari.

Menurut Rabiul, dalam keadaan Indonesia sudah menjadi transmisi lokal, clustering sebenarnya tidak terlalu penting lagi, lebih-lebih bila dipakai sebagai acuan dalam menentukan asal transmisi.

“Karena pada dasarnya semua wilayah, lokasi, area, moda transportasi atau bahkan setiap orang dapat menjadi sumber transmisi,” kata Rabiul.

Ia melanjutkan, penyebutan clustering hanya bermanfaat sebagai titik masuk untuk mencari dan menemukan kemungkinan orang yang tertular berikutnya melalui surveilans, skrining dan tidak bisa lagi sebagai petunjuk asal transmisi.

Jalur Perjalanan Tujuh Pasien Muna

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Muna La Ode Abdul Wahid Agigi menyebut, lima orang dari enam yang dinyatakan positif ada hubungannya dengan acara keagamaan di Raha 2 sampai 6 Maret 2020.

Beberapa orang peserta acara GPIB ini sebelumnya juga menghadiri acara di Bogor, dan 1 orang diantaranya tinggal di Raha yang tekonfirmasi covid positif 19 April 2020.

Mereka juga memiliki keterkaitan dengan 8 orang penduduk Kota Makassar yang positif dan pernah berkunjung di Muna.

“3-4 hari setelah sampai di Makassar ada diantaranya sakit dan terkonfirmasi covid positif di Makassar,” beber Wahid dalam keterangan tertulisnya.

Pada 14 sampai 15 Maret, salah seorang panitia keagamaan itu menyelenggarakan acara pesta pernikahan di Kota Raha.

Di acara ini ada anggota keluarga dari Maluku (Saparua) hadir dan menginap di keluarga yang dua orang dinyatakan positif berdasarkan rapid test.

“Kasus Raha bukan jangkitan dari kasus Ambon tetapi dari Bogor,” katanya.

Sementara pasien ke 6 yang masih berkaitan datang dari Banggai Sulawesi Tengah untuk menghadiri pesta 14 sampai 15 Maret 2020

Namun sebelumnya, diduga kontak erat covid positif yang masih berkaitan dengan acara di Bogor.

Pasien ke 7, Perempuan 56 thn sebelumnya pernah melakukan perjalanan dari Solo dan pernah kontak dengan salah satu pasien dari enam orang yang positif.

Dari seluruh rangkaian perjalanan itu, beberapa keluarga yang serumah dengan pasien positif beberapa kali melakukan perjalanan di beberapa acara keluarga di Muna. Termasuk mengunjungi rumah famili mereka di Watopute dan Tongkuno.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...