Riwayat Kontak 7 Pasien Positif di Muna Harus Segera Dilacak

832
 

Kendari, Inilahsultra.com – Pascadiumumkannya tujuh warga Muna terinfeksi virus corona, pemerintah daerah harus segera melakukan pelacakan terhadap riwayat kontak pasien positif itu.

Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Sultra La Ode Tariala, Selasa 21 April 2020. Menurut dia, ketujuh pasien ini dimungkinkan telah kontak dengan warga lain sebelum terkonfirmasi positif.

- Advertisement -

“Sudah saatnya dilakukan surveilans dan dimana saja riwayat kontak ketujuh pasien itu agar bisa memutus mata rantai penularan virus corona,” kata Tariala.

Politikus NasDem ini menyebut, isu adanya virus corona di Muna telah berhembus sejak awal Maret 2020 lalu. Sebab, Pemerintah Kota Makassar telah memberikan konfirmasi bahwa satu dari pasien yang dinyatakan positif baru saja melakukan perjalanan dari Muna.

“Sekarang sudah 21 April. Artinya, kurang lebih satu bulan mereka tidak dideteksi. Padahal, kasus ini sejak awal Maret didengar,” jelasnya.

Dengan waktu lebih sebulan ini, kata dia, tidak menutup kemungkinan mereka kontak dengan beberapa warga lain terlebih salah satu keluarga dari pasien yang dinyatakan positif masih menghadiri acara di Tongkuno.

“Harus dicek juga dimana saja pasien positif ini berpergian. Tidak mungkin hanya di Tongkuno. Perlu dilacak dimana saja mereka berada selama lebih dari satu bulan itu,” bebernya.

Ia mengaku, warga yang pernah kontak dengan tujuh pasien itu agar segera melapor ke pemerintah setempat agar penularan tidak semakin meluas.

Sebab, kata dia, pasien positif dengan orang tanpa gejala (OTG) sangat berbahaya menginfeksi orang lain.

“Semua harus jujur terhadap penanganan virus corona ini. Pasien yang dinyatakan positif juga harus terbuka,” imbuhnya.

Setelah dilacak, ia menyerukan agar pemerintah segera melakukan rapid test hingga swab terhadap warga yang kontak langsung dengan pasien.

Anggota DPRD Sultra daerah pemilihan Muna, Muna Barat dan Buton Utara ini mengimbau agar masyarakat patuh terhadap imbauan pemerintah.

Minimal, mengurangi atau bila perlu jangan keluar rumah dulu, mengenakan masker, menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat.

“Kita harus kompak memutus mata rantai virus ini dengan tetap menjaga jarak. Saya harap masyarakat untuk patuh terhadap protokol penanganan covid-19,” tuturnya.

Kepada pemerintah daerah, kata dia, agar meningkatkan kewaspadaan dan terus mengimbau masyarakat agar patuh terhadap ketentuan pemerintah.

Selain itu, perlunya penjagaan di setiap perbatasan untuk mengurangi aktivitas warga.

Penulis : Jusbar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...