Berbekal Janji Bakal Dinikahi, Oknum Brimob Polda Sultra Hamili Wartawan

5119
 

Kendari, Inilahsultra.com – Seorang perempuan berprofesi sebagai wartawan di Buton Tengah (Buteng) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengaku telah berbadan dua. Kini kehamilannya telah berjalan enam bulan.

Dari pengakuan wanita itu, kehamilannya merupakan hasil hubungannya dengan seorang oknum Brimob Polda Sultra berpangkat Bripka berinsial MS.

- Advertisement -

Kepada Inilahsultra.com korban bercerita, awal perkenalan dengan oknum Brimob itu dua tahun silam (2018). Setelah dua bulan berkenalan, kemudian mulai akrab hingga keduanya menjalin hubungan asmara (pacaran).

“Bahkan pernah tinggal serumah selama satu setengah tahun,” ucap korban saat ditemui di Kendari belum lama ini.

Hubungan mereka makin intim hingga terjadi hubungan gelap yang dibekali janji bakal dinikahi.

Namun, saat dia sudah berbadan dua, janji manis oknum Brimob hilang tanpa jejak dan tidak terealisasi.

Akhirnya korban memutuskan untuk membawa kasus ini di ranah hukum dengan melapor ke Propam Polda Sultra. Korban juga sempat meminta agar Oknum Brimob menikahi dirinya dan membayar nafkah anaknya setelah lahir nantinya.

“Saya minta pertanggungjawabannya (MS) untuk dinikahi, tapi hingga saat ini mantan ajudan Bupati Buteng tidak merespon. Saya sudah telepon dan WhatsApp MS, keluarganya juga tidak ada itikad baik, seakan-akan mereka ingin menghindar dari masalah ini,” bebernya.

Korban pun geram, kini ia melaporkan Oknum Brimob ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sultra 17 Februari 2020.

Laporan tersebut tertuang dalam Surat laporan polisi: LP/08-B/II/2020. Bripka MSU diduga melanggar pasal 13 ayat 1 juncto pasal 14 ayat 1 huruf b PP RI nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri dan pasal 7 ayat 1 huruf b pasal 11 huruf c Perkap nomor 14 tahun 2011 tentang kode etik profesi Polri.

Saat dikonfirmasi di Bidang Propam Polda Sultra soal kasus ini, Rabu 20l2 April 2020 siang. Pihak Propam mengarahkan ke Humas Polda Sultra.

“Silahkan ke Humas, karena di sini satu pintu,” ucap pihak Propam kepada wartawan.

Kemudian, media ini, berusaha menemui Kabid Humas Polda Sultra AKBP La Ode Proyek. Namun, salah seorang petugas yang ada di ruang Humas Polda Sultra mengarahkan ke Penmas Polda Sultra.

Tak sampai di situ, media ini berusaha mengkonfirmasi kepada Kapolda Sultra melalui pesan WhatsAppnya. Namun, i menjawab masih berada di Mabes Polri belum bisa menanggapi hal itu.

Tak sampai di situ, saat dikonfirmasi Dansat Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Adarma Sinaga mengaku, sudah menerima informasi itu. Secara hukum sudah ditahu arahnya. Kalau proses sudah berjalan pastinya akan ditindaklanjuti.

“Saya menyampaikan normatif saja, sebuah perbuatan ya harus dipertanggungjawabkan dan itu harus dihadapi,” ujarnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...