Diduga Hamili Wartawan di Buteng, Oknum Brimob Bantah Tak Punya Itikad Baik

18020
 

Labungkari, Inilahsultra.com – Oknum Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) inisial MS yang diduga telah menghamili wartawan yang bertugas di Buton Tengah membantah dirinya tidak memiliki itikad baik terhadap wanita tersebut.

Setelah mengetahui wanita tersebut telah berbadan dua, dirinya sempat meminta kepada wartawan tersebut untuk dipertemukan dengan orang tuanya yang ada di Raha Kabupaten Muna.

- Advertisement -

“Dari awal saya mengetahui dia telah berbadan dua, saya sudah mau ketemu orang tuanya, tetapi dia yang larang, jangan katanya, nanti di Lombe,” ungkap MS saat menghubungi awak media Inilahsultra.com melalui sambungan selulernya, Kamis 23 april 2020.

Bahkan, lanjut MS, wanita tersebut menyampaikan ke dirinya, untuk tidak memberitahukan kepada orang tuanya bahwa ia telah berbadan dua.

“Jangan pernah kita sampaikan kepada orang tuaku bahwa saya sedang hamil, saya kaget oh ada apa,” kata pria berpangkat bripka itu menirukan ucapan kekasihnya.

Pasca-dilaporkan di Propam Polda Sultra, MS mengaku langsung bertemu dengan orang tua wanita itu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Namun wanita tersebut dihubungi selama dua minggu tidak mau datang di rumah orang tuanya yang ada di Raha dirinya hanya berada di Buton Tengah.

Setelah MS diperiksa di Polda Sultra dirinya meminta kepada orang tuanya dan saudaranya untuk bertemu kakak si wanita itu yang berada di Desa Baruta Analalaki Kabupaten Buton Tengah untuk dimediasi kembali.

Namun setiba di sana, menurut MS, bapak dan saudara MS bertemu dengan kakak wanita itu bukannya mendapat titik terang. Namun saudara kandung wanita itu mengatakan kepada orang tua MS bahwa wanita tersebut sudah membuat malu keluarganya.

“Bukan hanya satu kali dia kasi susah orang, sudah sering mi dia begitu, sudah berapa kalimi dia begini, sudah termasuk kita” ungkap MS menirukan pembicaraan saudara wanita itu.

Masalah ini, lanjut dia, sempat dimediasi Wakil Bupati Buteng La Ntau selaku keluarga wartawan.

“Setelah dia ketemu dengan pak wakil, pak wakil langsung turun ke rumah, menyampaikan kepada orang tua saya bahwa wanita itu meminta uang sebesar Rp 700 juta, kaget orang tua saya mau ambilkan uang dimna sebanyak itu,” klaim MS.

Tidak lama kemudian, lanjutnya lagi, tiba-tiba wanita tersebut langsung menelepon adik MS untuk menyampaikan bahwa andaikan tidak bisa menyanggupi permintaannya, wanita itu kembali meminta agar diberi uang sebesar Rp 350 juta.

“Dia telepon adik saya, dia sampaikan kasi saja Rp 350 juta baru dia sampaikan jangan mi kalian urus ini anak nanti saya yang urus, adik saya jawab kasian mau ambil dimana uang sebanyak itu, dan kalau dibilang jangan diurus itu anak kasian kalau dia lahir itu anak pasti dia cari keluarga bapaknya dia cari bapaknya,” bebernya.

Setelah tidak ada titik temu melalui telepon, diadakan lagi pertemuan antara kedua belah pihak di rumah Wakil Bupati Buton Tengah. MS diwakili oleh orang tuanya beserta adiknya dikarenakan dirinya sudah berada di kantor untuk diperiksa lebih lanjut.

“Kumpul lah orang tua, toko adat di rumah pak wakil sudah deal (sepakat) untuk diselesaikan secara kekeluargaan, dia sudah iyakan itu perempuan Rp 150 juta dikasi uang, setelah dibawakan berubah lagi pikirannya begitu begitu terus setiap hari. Kalau dibilang tidak ada itikad baiknya, dimana tidak ada itikad baiknya. Dari awal saya sudah mau ketemu orang tuanya tapi dia tidak mau, jadi kalau kami dibilang tidak ada itikad baik itu bohong,” tutupnya.

Penulis : LM Arianto

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...