Ini Kategori Penerima BLT Dana Desa yang Terdampak Virus Corona

4358
 

Kendari, Inilahsultra.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mensosialisasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bersumber dari Dana Desa diperuntuhkan bagi masyarakat miskin di desa di tengah wabah Virus Corona (Covid-19).

“BLT Dana Desa diberikan kepada warga miskin yang belum mendapatkan program bantuan pemerintah seperti Progran Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Kartu Pra Kerja,” jelas Abdul Halim Iskandar dikutip dari Detik.com, Sabtu 25 April 2020.

- Advertisement -

“BTL Dana Desa diberikan dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat Covid-19,” tambahnya.

Dana desa yang dialihkan untuk BLT sekitar 31 persen dari total 72 triliun, yaitu sebesar Rp 22,4 triliun. Program BLT bagi 12, juta kepala keluarga (KK) yang terdampak Covid-19 dengan diserakan oleh kepala desa dan perangkat desa.

Masing-masing keluarga mendapatkan Rp 600 ribu selama tiga bulan, yaitu April, Mei dan Juni dengan total Rp 1,8 juta. BLT sebisa mungkin diberikan kepada penerima secar nontunai atau transfer perbankan, tapi jika benar-benar tidak memungkinkan, maka bisa diberikan secara tunai.

“Tidak mutlak, tapi usahakan betul secara nontunai, kalau tidak bisa, tunai saja tidak apa-apa, yang penting nyampe ke penerima BLT dan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik,” jelasnya.

Lanjut dia menjelaskan, Desa yang memiliki Dana Desa kurang RP 800 juta, BLT dialokasikan 25 persen. Desa yang memiliki Dana Desa Rp 800 juta sampai Rp 1,2 triliun, BLT dialokasikan 30 persen. Desa yang memiliki Dana Desa diatas Rp 1,2 tiriliun, BLT dialokasikan 35 persen.

Berdasarkan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 6 Tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019.

Pasal 8A menjelaskan keluarga miskin yang menerima BLT Dana Desa Rp 600 ribu per bulan

  1. Keluarga yang kehilangan mata pencaharian atau pekerjaan.
  2. Belum terdata menerima program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT) dan kartu pra kerja.
  3. Keluarga yang mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun atau kronis.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...