
Laworo, Inilahsultra.com – Foto La Tumboso (59), Warga Desa Warambe Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, mendadak viral di media sosial Facebook.
Lelaki tua renta ini terlihat duduk di depan gubuknya yang sudah reot.
Foto La Tumboso viral dan pertama kali diposting oleh pemilik akun Odhe Bara di Facebook Group Wuna Forum.
Banyak netizen menyatakan simpati terhadap nasib La Tumboso di tengah pandemi corona dan bantuan pemerintah yang tidak menyentuh rumahnya.
Dalam postingannya, Odhe Bara menyebut, La Tumboso seorang kakek yang tinggal bersama 4 orang cucunya dan pekerjaannya adalah seorang petani namun saat ini sudah tidak bisa bekerja lagi dikarenakan usia yang semakin menua.
Rumah yang hanya seluas 4×3 meter dan tanpa penerangan lampu.
“Gubuk yang ditinggali itu tidak memiliki WC, untuk sekadar membuang hajat pun harus menggali tanah di belakang pondoknya,” tulis Odhe Bara, Jumat 24 April 2020.
“Di malam hari untuk mengusir nyamuk dan juga rasa dinginnya bapak ini membuat api unggun di bawah rumahnya hanya sekadar untuk menghangatkan tubuhnya,” lanjut Odhe bara.
Odhe Bara menyebut, di Desa Warambe ada bantuan bedah rumah. Namun, diduga La Tumboso tidak mendapatkan bantuan pemerintah itu.
Berdasarkan pengakuan La Tumboso, kata Bara, rumahnya tidak masuk pendataan oleh pemerintah untuk dibedah.
“Beliau berkata pemerintah desa menganggap saya orang yang mampu,” katanya menirukan bahasa sang kakek.
Ia menyebut, ada keanehan dari kebijakan pemerintah sebab, rumah La Tumboso yang nyata-nyata butuh bantuan malah tidak terdata. Sementara warga lain yang memilki pekerjaan dan rumahnya masih layak dihuni malah dapat bantuan bedah rumah.
“Sungguh miris ada sebagian nama-nama yang rumahnya bagus pekerjaannya perantau rumahnya lagi dalam proses membangun dan bahkan yang membuat z sedih ada satu nama pekerjaannya luar biasa suaminya. Jangan tanya kerja dimana bahkan menurut kabar beliau adalah salah satu penyelenggara pemilu yang baru-baru saja lolos dalam penjaringan. Saya menjadi bingung seperti apa sebenarnya rumah yang layak dibedah itu??,” tulis Bara kesal.
Terhadap nasib La Tumboso, jurnalis Inilahsultra.com menghubungi Plt Kepala Desa Warambe, LD Hasan Lumra melalui sambungan telepon selulernya.
Plt Kades ini membenarkan cuitan Odhe Bara itu. Namun ia berdalih, bantuan bedah rumah di desanya sudah ada sejak kepala desa defenitif, sebelum dia menjabat sebagai Plt.
“Jadi itu bedah rumah usulan dari 2018 masih kades lama. Saya hanya melanjutkan,” katanya.
Ia menyebut, bantuan bedah rumah sebanyak 20 KK yang masuk di Desa Warambe itu dari dana aspirasi Golkar DPR RI.
“Jadi bedah rumah itu hasil usulan DPR RI terpilih. Bukan dari dana desa dan untuk penyaluranya itu semua punya mekanisme. Dari teknis kabupaten turun di kecamatan setelah itu turun di desa. Sekarang saja kita belum pegang SK itu,” ujarnya.
Ia mengaku, akan kembali mendata ulang semua warga siapa-siapa yang bakal dapat bantuan bedah rumah itu. Namun, lanjut dia, bantuan itu semua punya mekanisme.
“Saya akan tetap melakukan foto ulang untuk mendata nama yang 20 orang itu kemudian kita pelajari dulu, kemudian kita mendata warga lainnya. Karena yang menentukan itu bukan di Warambe tapi teknis di kabupaten namanya. Jadi semua ada mekanismenya. Di desa itu hanya sebatas mengusulkan,” tuturnya.
“Jadi bedah rumah itu diusulkan sebelum saya masuk. Sekarang saya belum pegang data, saya belum melakukan verifikasi dan yang akan melanjutkan sekarang itu saya. Tapi kan sekarang saya belum berbuat. kita juga Masi serius penanganan virus,” jelasnya.
Penulis : Muh Nur Alim




