BEM FISIP UM Buton Minta Pemkot Baubau Terapkan PSBB

1333
 

Baubau, Inilahsultra.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menerapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini menyusul ditetapkannya dua warga positif terpapar virus Corona, Minggu 26 April 2020.

Ketua BEM FISIP UM Buton Yurfin meyakini, penerapan PSBB sebagai langkah cepat untuk memutus mata rantai dan penyebaran virus tersebut.

- Advertisement -

Berdasarkan data pemerintah hingga saat ini total ada sekitar 8.882 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Sementara di Kota Baubau 1 warga berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan 2 orang positif Corona.

“Pemerintah Kota Baubau harus sesegera mungkin menerapkan PSBB. Mengingat kedua orang tersebut sebelum dinyatakan positif masih melakukan aktifitas di luar rumah. Dengan melakukan PSBB ini mampu melindungi orang-orang dari penularan virus lebih besar lagi,” tegas Yurfin, Senin 27 April 2020.

Bukan hanya itu, dia juga meminta langkah tegas Pemerintah Kota Baubau agar segera memperketat atau menutup jalur keluar masuk Kota Baubau, baik jalur udara, laut, dan darat.

“Sia-sia dilakukan PSBB apabila masih ada masyarakat yang dari luar daerah, yang daerahnya terpapar Covid-19 masuk ke Kota Baubau,” jelasnya.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak malu memeriksakan diri ketika ada gejala yang terdapat di masyarakat menyerupai dengan Covid-19. Pasalnya Covid-19 bukan aib dari masyarakat itu.

“Kita harus saling mensuport memberi dukungan terhadap pengidap bukannya saling mencela agar tidak terjadi kesenjangan sosial. Apalagi kita di Kota Baubau ini menjunjung tinggi nilai-nilai falsafah Buton yaitu PO-5 (Po Ma-masiaka, Po Pia-piara, Po Mae-maeka, Po Angka-angkataka, Po Binci-binciki kuli) yang di terapkan oleh Pemerintah Kota Baubau,” tutupnya.

Reporter: LM Arianto

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...