Rapid Test Mayat Lelaki di Kamar Kos Kampus Baru Kendari Negatif Corona

995
 

Kendari, Inilahsultra.com – Sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, Jenazah Alimuddin (46) warga Desa Siumbatu, Kecamatan Bahudopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tenggah (Sulteng) terlebih dahulu dilakukan rapid test oleh tim Forensik, untuk memastikan meninggalnya korban bukan karena Corona.

Rapid Test dilakukan dalam kamar kos Asrama Hidayat lantai dua, tepatnya di Lorong Berlian Jalan HEA Mokodompit, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa 28 April 2020, sekira pukul 23.50 WITa.

- Advertisement -

Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Kompol DR dr Mauluddin mengatakan, dari hasil pemeriksaan rapid test hasilnya non reaktif (negatif). Namun, karena pihak keluarga tidak berada di tempat, maka jenazah akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.

“Untuk sementara jenazah kita evakuasi di RS Bhayangkara sambil menunggu pihak keluarga untuk mengambil jenazah tersebut,” terang Mauluddin saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).

Mauluddin juga menyampaikan kepada masyarakat di sekitar penemuan mayat tersebut bahwa tidak ditemukan tanda-tanda Covid-19 atau tanda-tanda kekerasan. Dari obat-obatan dan tanda penyakit pada fisik, mengarah ke riwayat asam urat tinggi, tukak lambung dan gangguan ginjal.

Seperti diberitakan sebelumnya, Alimuddin tinggal di kos itu bersama keluarganya mahasiswa di Universitas Halu Oleo. Hanya saja, keluarganya tidak berada di tempat (pulang kampung).

“Tadi saya mau bawakan makan, tetapi saya lihat sudah dikerumuni semut,” kata saksi mata, Nurjamiyah saat ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kata dia, saat ditemukan, posisi mayat tersebut telentang. Kondisinya, mata sudah bersemut dan berwarna hitam, perutnya kempis. Melihat kondisinya itu, ia memanggil temannya untuk memastikan keadaan korban.

“Setelah kami cek ternyata sudah meninggal,” bebernya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...