Isu Kedatangan TKA, Jakarta Diminta Jangan Buat Gaduh Masyarakat Sultra

5909
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan kepada pemerintah pusat yang ada di Jakarta jangan mengambil kebijakan yang membuat gaduh di daerah dengan mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA).

“Kami dari DPRD Sultra menyampaikan kepada pemerintah pusat jangan suka membuat gaduh terhadap keputusan yang dapat melukai hati masyarakat Sultra,” kata Ketua DPRD Sultra Andurrahman Shaleh dalam rapat paripurna penolakan 500 TKA masuk Sultra, Rabu 29 April 2020.

- Advertisement -

Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Sultra ini menjelaskan, dengan rencana pusat mendatangkan 500 TKA asal Tiongkok akan meresahkan masyarakat Sultra di tengan pandemi Covid-19 yang masih mengancam masyarakat di Bumi Anoa.

“Kami harap pusat jangan mengambil keputusan yang akan mengakibatkan konflik interes sesama kita, apalagi ini di bulan suci Ramadan,” jelasnya.

Dengan kondisi saat ini, kata pria biasa disapa ARS ini, pemerintah pusat harus betul-betul berkomitmen dan mendukung pemerintah daerah dalam memutus mata rantai Covid-19 di Sultra.

“Kita tidak tahu apakah diantara 500 TKA memiliki gejala corona atau tidak, Apalagi mereka ini dari negara asalnya Virus Corona. Jangan sampai kedatangan TKA ini akan menimbulkan masalah baru dengan kondisi saat ini,” jelasnya.

Harusnya, lanjut politikus PAN ini, ada komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memerangi untuk menghilangkan virus corona yang meresahkan masyarakat.

Pasalnya, lanjut dia, belum lamai ini keputusan Presiden selama pandemi Covid-19 di Indonesia tidak bisa menerima orang asing, apalagi TKA dari Tiongkok.

“Ini komitmen kita terhadap penanganan Covid-19, maka kita harus kompak, komperhensip, penuh kesadaran dan disiplin untuk memutus mata rantai wabah mematikan ini,” ujarnya.

Kemudian, kata ARS, dewan meminta pihak investot termasuk PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) lebih meningkatkan kualitas skil terhadap kualitas tenaga-tenaga lokal untuk dimanfaatkan dengan ahli teknologi yang ada.

“Sehingga dari hari ke hari tenaga lokal bisa bekerja dan berdadaptasi dengan teknologi yang ada, dalam menjaga
harkat dan martabat sebagai putra daerah,” jelasnya.

Pada dasarnya, kata ARS, tidak ada yang antitenaga asing atau investasi asing masuk di daerah, tapi dengan kondisi saat ini tidak tepat di tengah pandemi Covid-19.

“Kita tidak antitenaga asing, tidak antiinvestasi, tapi kita harus lihat kondisi kewilayahan kita saat ini sedang berusaha melawan virus corona,” ujarnya.

Ia menambahkan, DPRD meminta
pemerintah pusat untuk segera membuka perwakilan kantor di Sultra yang sifatnya mempercepat pengurusan visa.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...