Menengok Nenek 80 Tahun di Kendari Hidup Susah di Tengah Pandemi

422
 

Kendari, Inilahsultra.com – Wa Ritalamu (80), seorang nenek yang bermukim di Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia Kota Kendari merupakan salah satu warga yang turut menerima dampak virus corona.

Ia hidup sebatang kara. Sumber kehidupan yang selama ini bergantung dari jerih payah anaknya, harus pupus. Sebab, putrinya bernama Julia terpaksa menganggur karena tak ada pekerjaan selama pandemi.

- Advertisement -

Mengetahui hal itu, Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari La Ode Haji Polondu langsung berkunjung ke rumah nenek tua ini.

Ia memberikan santunan agar nenek ini bisa menikmati Ramadan dan selama pandemi corona terjadi.

“Alhamdulillah, masih ada yang peduli dengan kami,” tutur perempuan tua renta ini kepada La Ode Haji Polondu.

Wa Ritalamu kondisinya memprihatinkan karena mata dan telinganya sudah tidak berfungsi dengan normal.

“Untuk keperluan hidup, tidak jarang kami bergantung dari bantuan saudara yang tinggal tidak jauh dari rumah kami,” kata Julia ibu dua anak yang suaminya telah lebih dulu meninggal dunia.

Kepala BLK Kendari Dr La Ode Haji Polondu yang turut haru dengan kondisi tersebut menuturkan, akan kembali lagi untuk tetap membantu keluarga kecil itu sehingga bisa lebih baik ke depannya.

“Ini bentuk kepedulian kita kepada sesama, saling membantu dan meringankan beban hidup, apalagi di bulan penuh ampunan ini,” tuturnya.

Meski, lanjut orang nomor satu di BLK Kendari ini, bantuan yang telah diberikannya saat ini tidak memiliki nilai yang begitu besar, namun dirinya memiliki kepuasan tersendiri karena telah menunaikan kewajibannya.

“Insya-Allah bantuan kita kali ini hanya awal untuk bantuan berikutnya, yang penting kita masih diberi kesehatan dan umur panjang,” tutupnya.

Diketahui, Nenek WA Ritalamu berasal dari Kapontori Kabupaten Buton dan sudah lama datang berdomisili di Kota Kendari.

Penulis : Jusbar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...