Satu Petugas Kesehatan di Mubar Positif Corona Diisolasi Khusus

1643
 

Laworo, Inilahsultra.com- Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Rabiul Awal telah mengumukan delapan tambahan kasus baru di Bumi Anoa, Rabu 29 April 2020.

Ia menyebut, delapan kasus baru itu terdiri dari satu orang berdomisili di Kabupaten Muna Barat, 5 orang dari Kabupaten Muna, 1 orang dari Kota Baubau dan 1 orang Kota Kendari.

- Advertisement -

Khusus satu pasien di Mubar, data kasus masuk di Kabupaten Bombana karena identitas kependudukannya di daerah itu. Namun, berdasarkan domisili, pasien tersebut telah 1,5 tahun berada di Kabupaten Mubar menjadi petugas medis di salah satu puskesmas di wilayah Pajala.

Terkait 1 orang yang dinyatakan positif corona di Mubar, dibenarkan Jubir penanganan Covid-19 Mubar, H. Rahman Saleh, SKM,M.Kes saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Satu yang dinyatakan positif Covid- 19 itu, adalah POM (28) tergabung dalam Tim Nusantara Sehat yang bekerja di Puskesmas Pajala Kecamatan Maginti.

“Iya. Kalau Mubar hasil rilis sore tadi itu, pasien yang reaktif berdasarkan hasil rapid tes yang dilakukan pada 20 April kemarin,” kata Rahman, Rabu 29 April 2020.

Selanjutnya, kepada yang positif itu, pihaknya terus melakukan penanganan khusus dengan akan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari ke depan.

Terhitung hari ini, tujuh hari ke depan, POM akan dilakukan kembali swab. Kalau hasilnya masih positif, maka selanjutnya akan kembali dilakukan swab ulang.

“Jadi satu minggu ke depan yang positif itu akan diswab ulang. Karantina akan tetap pakai selama 14 hari sama dengan OTG maupun ODP yang lain,” katanya.

Kata Rahman, pasien ODP yang melakukan karantina mandiri hari ini sebanyak 9 orang, termasuk yang dinyatakan positif.

Ia menyebut, orang yang sudah melakukan kontak fisik atau tinggal serumah dengan pasien positif itu sebanyak lima orang. Sebelumnya mereka sudah melakukan rapid test pada 21 April dan hasilnya non reaktif.

Sejak saat itu, kesemuanya sudah dilakukan karantina mandiri dengan tempat yang berbeda dengan menggunakan fasilitas kantor yang ada di Kecamatan Maginti.

“Untuk 5 orang temannya itu diisolasi di perumahan dokter Puskesmas Pajala. Sementara yang dinyatakan positif itu di gedung kantor KB Maginti,” imbuhnya.

Namun, kata dia, yang dinyatakan positif itu bukan lagi ODP tetapi masuk OTG, karena saat melakukan rapid test hingga swab pasien tersebut sama sekali tidak mengalami gejala penyakit apapun.

“Langkah kita sekarang tetap folow up setiap hari. Tetap memantau perkembangannya, suhu tubuhnya. Kalau dia mengalami keluhan maka kita akan obati sesuai dengan keluhannya dan asupan gizinya akan kita pantau juga setiap hari,” jelasanya.

Ia menyebut, pada peta sebaran yang dirilis juru bicara Mubar, pasien yang dinyatakan positif itu terlapornya masuk di Kabupaten Bombana berdasarkan KTP-nya. Sementara POM bekerja di Mubar sudah 1,5 tahun.

“Hanya kita dalam penelitian epidemiologi ini tetap dalam pantauan dan pengawasan dalam proses tanggung jawab kami,” ucapnya.

Penulis : Muh Nur Alim

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...