Pentingnya Sultra Punya Alat Tes Swab Corona Sendiri

444
 

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra La Ode Tariala mendukung langkah Gubernur Sultra untuk mengadakan alat deteksi virus corona.

“Kami mendorong pemerintah Provinsi Sultra mengadakan laboratorium sendiri untuk melakukan tes PCR virus corona,” kata Tariala kepada Inilahsultra.com, Senin 4 April 2020.

- Advertisement -

Menurutnya, dengan adanya alat Polymerase Chain Reaction (PCR) sendiri dapat mempercepat hasil pengujian sampel sehingga pasien yang terindikasi positif Covid-19 dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat.

“Dengan adanya alat sendiri, kita tidak lagi mengirim sampel ke Makassar yang memakan waktu cukup lama diketahui hasilnya,” ujarnya.

Politikus NasDem ini mengaku, tidak bisa hanya sekadar mengandalkan alat rapid test yang tingkat presisinya sangat sedikit. Buktinya, ada beberapa yang dinyatakan negatif hasil rapid, namun dinyatakan positif setelah hasil swab.

“Ini juga mendukung upaya percepatan penanganan di daerah. Terlebih, kita di Sultra sudah 64 kasus virus corona,” tambahnya.

Pengadaan alat ini juga sangat penting di tengah berhentinya maskapai reguler yang selama ini diandalkan untuk mengirim sampel ke Makassar. Praktis, sampel dikirim menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara yang tidak setiap hari jadwalnya.

“Agak sulit untuk mempercepat mendeteksi hasil swab jika harus menunggu jadwal dari pesawat TNI AU. Penting kiranya jika kita punya alat sendiri. Diperiksa di sini dan hasilnya bakal lebih cepat tidak perlu antre dengan daerah lain,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Sultra mendatangkan alat deteksi corona yang valid dari Amerika Serikat. Namun, kata Tariala, selain memastikan ketersediaan alat, kendala lain juga harus dipertimbangkan.

Misalnya, mendapatkan lisensi atau persetujuan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan. Ini penting dipastikan oleh Dinkes Sultra.

“Jangan sampai alatnya sudah tiba, tapi terkendala administrasi lainnya. Ini harus segera diurus sembari menunggu alat itu tiba,” tuturnya.

Ia juga mendorong agar jika alat PCR itu tiba, sumber daya manusia (SDM) tenaga laboratorium kita sudah siap kerja.

“Perlunya Dinkes memberi pelatihan atau pengetahuan kepada petugas kita agar bisa mengoperasikan alat deteksi ini,” pungkasnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...