Polisi Mulai “Garap” Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen TKA China

1585
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sultra mulai “menggarap” atau menyelidiki kasus dugaan pemalsuan dokumen oleh salah satu tenaga kerja asing (TKA) asal China.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sultra, Kompol Singgih menjelaskan, TKA Cina yang diduga memiliki KTP palsu di Kabupaten Konawe Utara, tidak hadir di ruang penyidik Ditreskrimum Polda Sultra, Senin (4/5/2020).

- Advertisement -

Alasan Mister Wang (56), karena Konawe Utara tengah lockdown.

Sehingga, ia tidak bisa lolos dari Konawe Utara setelah pemberlakuan sweeping ketat disana.

Namun, kata Singgih, pihaknya sudah melayangkan surat panggilan yang disertai keterangan pemeriksaan agar dijadikan alasan terlapor untuk lolos di perbatasan.

“Kalau tak ada halangan, Rabu kita periksa,” ujar Kompol Singgih.

Dia menjelaskan, sebelum memeriksa TKA Cina, pihaknya akan meminta dua orang lain sebagai saksi untuk dihadirkan. Keduanya diduga mengetahui keberadaan Mister Wang di Konawe Utara.

“Salah satu saksi adalah karyawan,” tambah Singgih.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sultra, Kombes Pol La Ode Aries Elfatar mengatakan, saat ini pihak penyidik sudah meminta keterangan pihak Dinas Capil Kota Kendari.

“Pihak Capil tidak menemukan data soal KTP Mister Wang itu. Masih ada pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.

Dari informasi yang dihimpun, Mister Wang sudah bekerja 3 tahun lebih di PT CMP. Diduga pimpinan dan pihak perusahaan yang tetap mempekerjakan pria kelahiran Provinsi Shanxi itu dengan identitas palsunya.

Sebelumnya, Direktur Umum PT CMP Muhammad Sakir membantah bahwa Mr Wang itu adalah pemilik perusahaan tersebut.

“Pemilik PT CMP adalah saya, memang Mr Wang berkerja di PT CMP.  Mr Wang ini bekerja sebagai karyawan dan bukan sebagai pemilik atau masuk jajaran manajemen perusahaan,” tegas Muhammad Sakir saat ditemui di Kendari, Rabu 29 April 2020.

Ia menjelaskan, Mr Wang itu bekerja di PT CMP bertugas sebagai geologis. Anehnya isi dalam laporan itu bahwa Mr Wang adalah pemilik perusahaan. Sakir menyebut, ada kesalahan dalam laporan itu, Mr Wang hanya sebagai karyawan, pekerja, sebagai geologis di PT CMP.

“Terkait masalah KTP palsu Mr Wang yang dilaporkan, saya tegaskan bahwa pihak perusahaan tidak tahu menahu dan laporan tersebut tidak ada kaitanya dengan pihak perusahaan,” ucapnya.

Jadi, soal laporan KTP Mr Wang yang dikaitkan dengan PT CMP pihak perusahaan merasa dicemarkan nama baiknya.

“Saya akan laporkan balik karena ini sudah pencemaran nama baik perusahaan, sama halnya perusahaan kami difitnah,” bebernya.

Saat dikonfirmasi kepada Mr Wang mengaku bahwa  ia hanya sebagai pekerja di PT CMP sabagai geologi dan bukan sebagai pemilik perusahaan.

“Saya bekerja di PT CPM sebagai geologis bukan sebagai pemilik perusahaan,” ucapnya saat dihubungi melalui via telpon.

Kasus ini dilaporkan oleh oknum anggota TNI, bernama Irwan ke Mapolda Sultra tentang dugaan pemalsuan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Selasa 29 April 2020.

Penulis : Akbar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...