Dugaan Ilegal Mining PT AMIN di Kolaka Utara Kembali Disorot

2413
 

Lasusua, Inilahsultra.com – Aktivitas penambangan PT Alam Mitra Indah Nugraha (PT AMIN) kembali menuai sorotan dari kalangan aktivis.Salah satunya, aktivis perempuan Kolaka Utara Regita.

Ia menyebut, PT AMIN cenderung kuat dan kebal hukum dalam melakukan aktivitas dugaan penambangan ilegal di daerah itu.

- Advertisement -

“PT AMIN melakukan pertunjukan yang luar biasa. Entah siapa di balik PT AMIN? Fakta lapangan memperlihatkan bahwa PT AMIN memang kebal hukum serta tak menghiraukan lagi proses atau kaidah-kaidah pertambangan,” katanya, Selasa 5 Mei 2020.

Ia menyebut, IUP PT AMIN harusnya di Kecamatan Tolala tapi faktanya justru menambang di Kecamatan Batu Putih.

Anehnya, kata dia, penegak hukum hanya terdiam seakan-akan tak berkutik.

“Kita bertanya, ada apa di balik itu semua? Harapan masyarakat tentunya yang bisa menidak dugaan pertambangan illegal yang dilakukan PT AMIN adalah Kepolisian. Tapi sayangnya PT AMIN tetap bebas melakukan aktivitas dugaan illegal mining tersebut meski harus menabrak aturan,” kata Regita.

Ia menyebut, yang paling disesalkan juga adalah Dinas ESDM Provinsi Sultra yang semestinya harus mempertimbangkan baik-baik sebelum mengeluarkan RKAB untuk PT AMIN.

“Karena mengacu pada tahun 2018-2019 PT AMIN selalu melakukan penambangan secara illegal dan itu dapat kita buktikan secara fakta lapangan bahwa IUP PT AMIN berada di Desa Patikala Kecamatan Tolala tapi aktivitasnya di Desa Mosiku dan Desa Latou Kecamatan Batu Putih. Entah apa yang merasuki mereka yang pemegang kebijikan hari ini, tumpuan harapan masyarakat soal kebenaran kini akan sirna,” tuturnya.

Dalam pekan ini, lanjut Regita, PT AMIN kembali lagi melakukan penambangan di Kecamatan Batu Putih. Sudah kurang lebih 6 tongkang sandar di Jetty Masalle Eks PT Kurnia Teknik Jayatama. Ia menyebut, aktivitas tersebut sangat merugikan negara baik secara lingkungan maupun secara keuangan.

“Harapan kami kepada Kapolda Sultra agar betul-betul serius menagani aktivitas tambang illegal yang di lakukan oleh PT AMIN jangan biarkan hal tersebut semakin membabi buta hingga nantinya masyarakat kriris kepercayaan terhadap penegak hukum di Bumi Anoa ini,” tuturnya.

Ia juga meminta kepada Gubernur Sultra sebagai pemegang kebijakan tertinggi di Sulawesi Tenggara agar memberikan sanksi pencabutan IUP terhadap PT AMIN.

“Jadi tidak ada lagi alasan Gubernur Sultra tidak memberikan sanksi kepada PT AMIN,” pungkas mahasiswa asal Kecamatan Batu Putih ini.

Penulis : Nur Kasri

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...