Carter Jet Pribadi, Tim Bareskrim Usut Kasus Pertambangan di Hutan Lindung

2738
 

Kendari, Inilahsultra.com – Alasan kedatangan penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Ditipidter) Bareskrim Mabes Polri  di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sempat viral beberapa waktu lalu akhirnya diungkap oleh Polri.

Kedatangan mereka mencarter jet pribadi untuk mengusut dugaan penambangan dalam hutan lindung, untuk kepentingan penyidikan.

- Advertisement -

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra, Brigjen Pol Merdisyam melalui Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Ferry Walintukan mengatakan, kedatangan tim penyidik Tim Bareskrim Mabes Polri untuk melakukan perjalanan dinas ke Sulawesi Tenggara dalam rangka melengkapi berkas penyidikan.

“Karena waktu penyidikan dalam kawasan hutan lindung hanya tersisa 38 hari dari batas waktu 90 hari,” terang Ferry, Kamis 7 Mei 2020 dini hari.

Untuk itu, sambung Ferry, tim Ditipidter Bareskrim Polri terbang dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Halu Oleo dengan mencarter jet komersil lantaran terbatasnya penerbangan di tengah pandemik Covid-19.

“Kedatangan penyidik sudah melaksanakan protokol Covid-19 di Jakarta, dengan adanya surat keterangan kesehatan dan membawa surat tugas dari Polri,” sambungnya.

Selain itu, ada hasil rapid test dan tim penyidik ini mengisi kartu kewaspadaan kesehatan atau HAC dan kedatangan jet komersil yang ditumpangi penyidik Ditipidter Bareskrim Polri mendarat di Bandara Halu Oleo, Rabu 6 Mei 2020 sekira pukul 19.45 WITa,

“Semua yang masuk ke Bandara Halu Oleo, Kendari telah dilakukan pemeriksaan dengan protokol kesehatan,” tutup perwira dengan dua melati di pundak ini.

Informasi yang dihimpun media ini, kedatangan tim Bareskrim Mabes Polri untuk mengusut adanya dugaan aktivitas pertambangan di Kabupaten Konawe Utara (Konut). Rencananya, Kamis 7 Mei 2020 rombongan akan bertolak ke Kabupaten Konut.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...