Tren Corona di Sultra Menurun Tapi Masih 80-an Hasil Sampel Swab Belum Keluar

1461
 

Kendari, Inilahsultra.com – Semakin hari, kasus virus corona di Sultra mengalami penurunaan. Terakhir, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sultra mengumukan satu tambahan kasus baru.

Sehingga, total kasus hingga saat ini 70 kasus dengan rincian 15 sembuh, 2 meninggal dunia dan 53 masih dalam perawatan.

- Advertisement -

Namun, menurut juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sultra La Ode Rabiul Awal, tren penurunan kasus ini tidak bisa dianggap sebuah angin segar karena masih ada sekitar 80-an sampel swab yang belum keluar hasilnya dari Laboratorium Kementerian Kesehatan di Makassar.

Berdasarkan data Rabiul, sekitar 72 sampel yang dikirim masih menunggu pengujian di Lab Makassar, belum termasuk 10 sampel folow up bagi pasien yang dinyatakan positif.

“Setahuku kemarin masih ada sekitar 82 sampel swab. Baru satu kasus yang diumumkan hari ini. Kita tidak bisa anggap terjadi penurunan karena masih banyak sampel yang ditunggu,” kata Rabiul saat dihubungi, Jumat 8 Mei 2020.

Ia menyebut, kendala belum keluarnya hasil lab di Makassar untuk Sultra karena jumlah sampel dari beberapa daerah di Indonesia Timur cukup banyak.

Sebaran kasus virus corona di Sultra 8 Mei 2020. (Dok Gugus Tugas Covid-19 Sultra)

“Semua diperiksa di sana. Dalam sehari itu ada sampai 500 sampel. Belum lagi petugas labnya harus istrahat karena mereka lembur terus,” jelasnya.

Selain karena berebut dengan daerah lain, pengiriman sampel ke Makassar selama ini tidak setiap hari akibat pelarangan penerbangan domestik oleh pemerintah.

Praktis, pengiriman sampel menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara (AU) yang tidak setiap hari beroperasi.

“Kita berharap sisa sampel swab yang dikirim diketahui hasilnya. Karena prediksi saya, setiap sampel dikirim minimal 8 sampai 12 persen ditemukan positif,” bebernya.

Untuk itu, Rabiul melanjutkan, daerah-daerah yang ditemukan kasus virus corona maupun orang tanpa gejala (OTG) di daerah hijau tetap dilakukan upaya penapisan dan mendeteksi sebanyak-banyaknya terduga covid-19.

Sebab, kata dia, pergerakan manusia terus terjadi di daerah-daerah. Belum lagi, pasien yang telah terinfeksi sudah melakukan kontak dengan beberapa orang.

Salah satu contohnya adalah kasus terbaru di Kota Baubau. Bocah berusia 11 tahun terinfeksi dari kakeknya yang masuk klaster Muna.

Selain itu, tiga kasus terakhir di Kota Kendari yang terinfeksi dari seorang laki-laki yang masuk klaster “sporadis” atau tanpa diketahui riwayat perjalanannya.

Belum lagi klaster Gowa atau pelaku perjalanan kegiatan itjitima ulama yang masing-masing dari Kolaka Utara dan Kolaka Timur telah menginfeksi keluarganya.

“Untuk itu, kami imbau kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah. Menekan kasus penyebaran virus tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah dan petugas medis, tetapi ujung tombak sesungguhnya adalah di masyarakat,” tuturnya.

Sebaran Kasus di Sultra

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sultra, La Ode Rabiul Awal saat menjelaskan tiga pasien positif virus corona. (Haerun)

Data dihimpun dari Gugus Tugas Covid-19 Sultra, kasus positif Virus Corona di Bumi Anoa hingga Jumat 8 Mei 2020 tercatat sebanyak 70 kasus, 15 orang dinyatakan sembuh dan masih dalam perawatan 53 orang serta dua meninggal dunia.

Kota Kendari merupakan daerah terbanyak terdapak kasus positif sebanyak 34 orang, yang dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan labolatorium dan swab dua kali hasilnya negatif 8 orang, yang masih dalam perawatan tim medis 24 orang dan yang meninggal 2 orang.

Kemudian disusul Kabupaten Muna tercatat 12 kasus corona dan yang dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan labolatorium dan swab dua kali hasilnya negatif 3 orang. Sementara masih dalam perawatan 9 orang.

Untuk Kota Baubau, Kabupaten Bombana dan Kolaka Utara masing-masing terdapat 5 kasus positif. Tapi 1 pasien di Kolaka Utara sudah sembuh. Sementara Konawe 4 kasus selesai perawatan dan dinyatakan sembuh 2 orang.

Ditambah lagi dari Kabupaten Konawe Selatan dan Kolaka Timur masing-masing 2 kasus, dan Kolaka 1 kasus.

“Total pasien yang dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan labolatorium dan swab dua kali dinyatakan negatif 15 orang, dan pasien masih dalam perwatan tim medis di rumah sakit sebanyak 53 orang,” tulis data resmi Gugus Tugas Covid-19 Sultra.

Kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) mengalami penambahan sebanyak 51 orang dari jumlah sebelumnya 841 orang dan hari ini menjadi 892 orang.

Terdapat 4 kabupaten yang memiliki OTG terbanyak, yakni dari Kabupaten Wakatobi 188 orang, Buton Tengah 160 orang, Kota Baubauc127 orang dan Kota Kendari 123 orang.

Kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) kembali berkurang dua kasus dari sebelumnya 197 orang, dan hari ini 195 orang. Kemudian kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berkurang satu kasus dari sebelumnya 18 orang tinggal 17 orang.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra ini kembali mengingatkan masyatakat untuk selalu mengikuti intruksi dan arahan dari pemerintah dalam melakukan pencegahan wabah Covid-19.

“Mari kita bersama-sama memutus mata rantai Covid-19 dengan pakai masker, jaga kesehatan, selalu cuci tangan menggunakan sabun, jaga kebersihan, jaga jarak, jangan dulu mudik dan tetap dirumah,” tutupnya.

Berikut data lengkapnya

  1. Kolaka 11 ODP 1 PDP 1 positif
    2. Konawe 7 OTG 10 ODP 1 PDP 4 positif
    3. Muna 37 OTG 40 ODP 2 PDP 12 positif
    4. Buton 13 OTG 11 ODP
    5. Kendari 123 OTG 1 ODP 8 PDP 34 positif
    6. Baubau 127 OTG 15 ODP 1 PDP 5 positif
    7. Konawe Selatan 12 OTG 28 ODP 1 PDP 2 positif
    8. Kolaka Utara 39 OTG 3 ODP 1 PDP 5 positi
    9. Wakatobi 188 OTG 1 ODP
    10. Bombana 91 OTG 20 ODP 2 PDP 5 positif
    11. Konawe Utara 2 OTG 3 ODP
    12. Buton Utara 4 ODP
    13. Kolaka Timur 20 OTG 10 ODP 2 positif
    14. Konawe Kepulauan 21 ODP
    15. Muna Barat 65 OTG 7 ODP
    16. Buton Selatan 5 ODP
    18. Buton Tengah 160 OTG 9 ODP

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...