Bupati Buton Paparkan Penanganan Covid-19 ke KPK

446
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Bupati Buton La Bakry mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan Covid-19 atau Virus Corona bersama seluruh kepala daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Korsupgah KPK melalui video conference (VC) di Anjungan, Kantor Bupati Buton di Takawa, Senin 11 Mei 2020.

Rakor ini dihadiri Wakil Bupati Buton Iis Elianti, Ketua DPRD Buton Hariasi Salad, Sekda La Ode Zilfar Djafar, dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Buton.

- Advertisement -

Melalui Vidcon, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Buton ini memaparkan, kegiatan yang sudah dilakukan dalam memutus mata rantai Covid-19 di Bumi Penghasil Aspal tersebut. Termasuk anggaran yang akan direalisasikan untuk penanganan dan pencegahan Virus Corona.

“Sesuai arahan Kementerian Keuangan terkait realokasi pemotongan anggaran, Pemerintah Kabupaten Buton menyiapkan anggaran guna penanganan Covid-19,” ujarnya.

Pada Bidang pencegahan, jelas La Bakry, Gugus Tugas COVID-19 Buton sudah melakukan sejumlah kegiatan yakni mendirikan tujuh pos di pintu masuk Kabupaten Buton. Pintu masuk ini dijaga oleh personel gabungan selama 24 jam untuk memantau warga yang masuk dan berkunjung dari luar daerah.

Selain itu, kerjasama dengan TNI dan Polri melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di tempat-tempat umum.

Ketua DPD Partai Golkar Buton ini mengungkapkan, penambahan ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dari satu menjadi enam ruangan, dan menyiapkan tempat karantina mandiri oleh Pemerintah Daerah. Terakhir yang dikarantina adalah puluhan warga Buton yang baru saja pulang dari Pulau Obi, Maluku Utara.

“Untuk penanganan dampak ekonomi sudah dilakukan pendataan sejak awal terhadap seluruh pelaku ekonomi baik pedagang, tukang ojek, sopir, nelayan dan petani. Data ini sudah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi untuk diberikan stimulan. Sehingga kegiatan masyarakat ini tetap berlangsung dengan keterbatasan ditengah pandemi Corona ini,” katanya.

Sedangkan untuk jaring pengaman sosial saat ini, lanjut dia, sudah ada penambahan 9058 Kepala Keluarga (KK) penerima bantuan BLT yang berhasil di data. Namun para kepala desa harus menunggu data dari Kementerian Sosial untuk menghindari tumpang tindih penyaluran bantuan nanti.

Untuk Jaring Pengaman Sosial, Pemkab Buton juga sudah menyalurkan bantuan sembako berupa beras sebanyak 20 kilogram kepada 5 ribu lebih KK. Ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga dan memulihkan tekanan inflasi yang begitu besar dirasakan masyarakat ditengah merebaknya virus Corona.

“Untuk yang lain (bantuan) tetap koordinasi dengan Gubernur dan Kementerian terkait berkaitan dengan tiga program untuk menangani dan mencegah dampak virus Corona. Dengan harapan Covid-19 segera berakhir,” tutupnya.

Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...